Ibu Muda Kendalikan Jaringan Narkoba di Banten 

Redaksi   |   Hukum  |   Kamis, 24 September 2020 - 21:46:58 WIB   |  dibaca: 398 kali
Ibu Muda Kendalikan Jaringan Narkoba di Banten 

AKHIRNYA KETANGKEP: Kapolres Serang AKBP Mariyono menunjukan barang bukti sabu dan ekstasi milik ke tiga tersangka, Kamis (24/9).

SERANG, BANTEN RAYA - Ibu muda keturunan Tiongkok berinisial LN (39), warga Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat ditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Serang karena kedapatan menyimpan ratusan gram sabu dan puluhan butir ekstasi dan happy five. Selain ibu beranak satu ini, polisi juga mengamankan dua orang anak buahnya berinisial AY (40) dan TJ (43).

Penangkapan bandar narkoba asal Jakarta itu bermula dari penangkapan AY warga Tambora pada 22 September 2020. Pria berambut gondrong itu tengah mengantarkan dua paket sabu di pinggir jalan depan pintu Tol Cikande, Kabupaten Serang.

Dari penangkapan itu, polisi berhasil membongkar pemilik dua paket sabu tersebut. Sabu yang akan dijual ke warga Serang itu diperoleh dari TJ yang juga warga Tambora. Polisi kemudian memburu TJ ke rumahnya dan berhasil ditangkap.

Dalam pemeriksaan, TJ merupakan kaki tangan bandar narkoba yang dikendalikan seorang perempuan. Tanpa butuh waktu lama, polisi kembali menangkap LN di rumahnya dan berhasil mengamankan 6 bungkus sabu, 5 bungkus ekstasi serta 1 bungkus happy five.

Kapolres Serang AKBP Mariyono mengatakan, dari ketiga pelaku itu kepolisian berhasil mengamankan 215 gram sabu, 77 butir happy five dan 58 butir ekstasi warna hijau dan biru. Sebagian besar narkoba itu ditemukan dari rumah pelaku LN.

"Dari tersangka AY kita dapatkan 2 paket sabu seberat 1,7 gram. Pelaku mendapatkan dari Tambora, paginya kita kesana dan kita tangkap TJ, setelah kita lidik ternyata dari YN," katanya kepada Banten Raya.

Mariyono mejelaskan YN merupakan pengendali kedua tersangka lainnya. Saat ini kepolisian masih melakukan pengembangan dan melakukan pengejaran terhadap pemasok narkoba kepada tersangka YN yang sudah diketahui identitasnya. "Perannya sebagai pemilik. Dia dapat dari Malibu, sekarang sedang kita buru dan sudah masuk DPO," jelasnya.

Lebih lanjut, Mariyono mengungkapkan para pelaku mengedarkan narkoba itu di wilayah Serang dan Jakarta. Adapun motifnya yaitu kebutuhan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

"Motifnya, karena kebutuhan ekonomi. Mereka ini jaringan terputus," ungkapnya.

Mariyono menegaskan ketiga pelaku diancam dengan pasal yang berbeda. Tersangka AY dan TJ dijerat dengan pasal 112 ayat 1, sedangka YN dijerat dengan pasal 114 ayat 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"AY dan TJ pasal 112 ancaman hukumannya paling lama 12 tahun. Untuk LN karena BB-nya cukup panyak 114 ancaman hukuman paling lama 20 tahun ditambah sepertiga," tegasnya.

Kasatnarkoba Polres Serang AKP Trisno Tahan Uji mengatakan, YN akan secepatnya dipindahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Serang. Sebab Polres Serang tidak memiliki sel khusus tahanan wanita.
“Segera kita bawa ke Rutan, karena dia perempuan," katanya. (darjat/rahmat)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook