Kejati Panggil 14 Saksi Kasus Dugaan Pungli Kemenag Banten

Redaksi   |   Hukum  |   Minggu, 27 September 2020 - 21:18:58 WIB   |  dibaca: 697 kali
Kejati Panggil 14 Saksi Kasus Dugaan Pungli Kemenag Banten

SERANG, BANTEN RAYA- Penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten melakukan pengumpulan data dan keterangan (puldaket) kepada 14 saksi terkait laporan dugaan pungutan liar (pungli) dan gratifikasi pada Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Banten, yang diduga dilakukan oleh Kepala Kemenag Banten A Bazari Syam.

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Banten Ivan Hebron Siahaan mengatakan, terkait kasus yang sudah ditangani bidang pidsus itu sudah memanggil 14 saksi. Di antaranya pejabat Kanwil Kemenag Banten dan sejumlah kepala sekolah madrasah peneriman bantuan.

"Sudah 14 orang (yang diperiksa), dari dinas dan kepala sekolah," ujarnya kepada Banten Raya, kemarin.
Menurut Ivan, ada beberapa kasus yang dilaporkan oleh mahasiswa yang diduga melibatkan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten A Bazari Syam. Sehingga penyidik harus lebih ekstra teliti dalam penyelidikan kasus tersebut. "Kita periksa satu satu dulu (dari semua laporan). Kita pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) dan puldata (pengumpulan data) dulu," ujarnya.

Ivan menambahkan, dari pemeriksaan 14 orang saksi yang dipanggil Kejati, penyidik telah mendapatkan beberapa berkas yang berkaitan dengan laporan tersebut. "Data sudah ada, sudah sebagian ada dari mereka yang kita panggil," tambahnya.
Sebelumnya, Ivan mengungkapkan bahwa kasus itu diselidiki setelah adanya laporan mahasiswa dan selebaran yang berisi beberapa poin hasil audit Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Nomor: 138/B.II/PP.I/2020, yang disampaikan mahasiswa langsung kepada Kejati Banten.

"Hanya selebaran, tidak ada berkas lain (dokumen pendukung atau bukti-bukti)," jelasnya.
Ivan menjelaskan bahwa hasil audit Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Nomor: 138/B.II/PP.I/2020 yang diadukan di antaranya, dugaan penyalahgunaan jual beli jabatan dari mulai pengangkatan kepala madrasah, kepala KUA, pejabat eselon IV dan eselon III. Kemudian, dugaan penyalahgunaan rekrutmen petugas haji. "Laporan korupsinya tidak ada, hanya kolusi saja," jelasnya.

Ivan menjelaskan, mahasiswa juga menduga Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten melakukan kampanye terselubung untuk kemenangan anaknya dalam pertarungan pemilihan calon anggota DPR RI periode 2019 dan 2024 pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 lalu.

"Mahasiswa menuding (Kepala Kanwil) telah ikut serta kampanye bahkan mengorganisir kekuatan Kemenag untuk memenangkan anaknya menjadi DPR RI dari PPP, dan mengondisikan proyek-proyek SBSN (surat berharga syariah negara) sampai cetak spanduk, karena anaknya punya perusahaan. Ini yang sedang kami pelajari dan selidiki," tambahnya. (darjat/rahmat)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook