Dinilai Tak Porporsional, Pengisian Bos BUMD Agrobisnis Disoal Dewan

Redaksi   |   Metro Serang  |   Minggu, 27 September 2020 - 21:20:21 WIB   |  dibaca: 168 kali
Dinilai Tak Porporsional, Pengisian Bos BUMD Agrobisnis Disoal Dewan

SERANG, BANTEN RAYA- DPRD Provinsi Banten memertanyakan penunjukkan jajaran direksi dan komisaris Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Banten Agrobisnis Mandiri. Sebab, pengisian posisi strategis tersebut dilakukan tanpa melibatkan legislatif dan salah satu kursi komisaris ditempati oleh seorang pejabat Pemprov Banten.  

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyertaan Modal PT Agrobisnis Banten Mandiri DPRD Banten Indah Rusmiati mengatakan, seharusnya pengisian kursi pimpinan BUMD tersebut dilakukan secara proporsional. Akan tetapi proses pengisian tersebut jurstu memancing banyak pertanyaan dari dirinya. 

"Kita bukan like or dislike (suka atau tidak suka) tapi menempatkan profesional sesuai proporsi. Kita enggak ada kepentingan apapun, harusnya dikomunikasikan dulu," ujarnya kepada Banten Raya, Minggu (27/9).

Politikus PDIP itu menuturkan, pelibatan pansus dilakukan lantaran pihaknya juga ingin menilai apakah pimpinan perusahaan plat merah tersebut memang layak atau sebaliknya. Sebab, penyertaan modal BUMD PT Agrobisnis nantinya menggunakan APBD yang merupakan amanat rakyat. Dari empat direksi dan komisaris yang dilantik, dirinya memberi perhatian khusus kepada kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten Muhtarom. Yang bersangkutan merupakan ASN pemprov Banten yang ditunjuk sebagai komisaris.

"Banyak orang mampu dan berkualitas bisa duduk sebagai komisaris. Memang harus PNS yah? Saya ingin menanyakan balik. Memang harus itu?" ungkapnya.
Seperti diketahui, selain Muhtarom ada tiga nama direksi dan komisaris PT Agrobisnis Banten Mandiri telah dilantik oleh Gubernur Banten Wahidin Halim di Rumah Dinas Gubernur Banten, Kota Serang, Selasa (22/9) malam. Mereka yang dilantik adalah Saeful Wijaya sebagai direktur utama, Ilham Mustofa sebagai direktur operasional. Kemudian, Hari Wibowo sebagai komisaris independen.

Ia menjelaskan, secara aturan berdasarkan Peraturan Pemrintah (PP) nomor 53 tahun 2019 tentang disiplin PNS, tidak ada lagi larangan merangkap jabatan menjadi komisaris, terkecuali sang ASN itu menjadi anggota partai politik.
"Tapi yang disesalkan kenapa ya kita enggak dikomunikasikan. Kita juga punya penilaian sendiri. Layak kah? Mampu kah?" tuturnya.
Selain hal tersebut, pihaknya juga kini sedang mengkaji kemungkinan adanya potensi pelanggaran administrasi. Seperti misalnya apakah diperkenankan seseorang mendapatkan dua penghasilan dari sumber yang sama yaitu APBD. "Harus kita tinjau lagi, kan kita (rapat) pansus belum mulai lagi. Minggu depan kita lagi minta waktunya untuk kita dalami lagi. Kita mengundang direksi, sekda dan semuanya," ujarnya.

Sekda Banten Al Muktabar belum bisa dimintai keterangannya terkait adanya pejabat Pemprov Banten yang ditunjuk sebagai komisaris PT Agrobisnis Banten Mandiri. Yang bersangkutan tak merespon upaya konfirmasi yang dilayangkan Banten Raya.

Sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengatakan, PT Agrobisnis Banten Mandiri kini sudah bisa bergerak. Dirinya sudah menetapkan siapa saja yang duduk di kursi direksi dan komisaris berdasarkan hasil lelang jabatan yang disodorkan panitia seleksi (pansel). Dia memastikan mereka adalah peraih nilai tertinggi dari proses penjaringan. "Jadi enggak ada subjektivitas, pokoknya saya yang dari pansel itu yang saya putuskan," ujarnya.

Mantan Walikota Tangerang menuturkan, kegiatan pertama yang akan dilakukan oleh para pengurus BMUD tersebut adalah mengikuti rapat dengan DPRD Banten. Mereka akan ikut membahas rencana program pemulihan ekonomi, pertanian dan lainnya pada APBD tahun anggaran 2021. 
"Sudah saya arahkan segera membuat program jangka pendek dan seterusnya harus ada. Karena apa, karena ini dalam pembahasan anggaran 2021. Dibahas sebagai bagian dari upaya kita untuk melakukan pemulihan (ekonomi masyarakat)," katanya. (dewa/rahmat)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook