Ngaku Bisa Hadirkan Orang yang Sudah Meninggal, Dukun Cabuli Gadis 18 Tahun

Redaksi   |   Hukum  |   Senin, 28 September 2020 - 16:00:34 WIB   |  dibaca: 407 kali
Ngaku Bisa Hadirkan Orang yang Sudah Meninggal, Dukun Cabuli Gadis 18 Tahun

CILEGON, BANTEN RAYA- Polres Cilegon mengamankan AL (37) warga Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon. AL diduga merupakan pelaku perbuatan cabul terhadap HA (18) warga Kota Serang.

Informasinya, HA memunyai seorang teman yang saat ini masih dicari polisi, bahwa HA ingin bertemu dengan ayahnya yang sudah meninggal. Kemudian teman dari korban HA memiliki kenalan seorang dukun di Serdag, Kotabumi, Purwakarta, Kota Cilegon. Kemudian teman HA mengantarkan HA ke rumah pelaku berinisial AL. 

Lalu berkenalan HA dan AL. Saat bertemu, AL mengaku bisa mempertemukan HA dengan almarhum ayahnya dan AL mengaku kenal dengan ayah dari HA. AL meminya HA datang kembali ke rumahnya di Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta. AL mengiming-imingi HA bisa memertemukan HA dengan almarhum ayahnya. 

Kamis (3/9) Saat HA datang ke rumah AL di sebuah ruangan majelis yang diasuh AL di Lingkungan Serdag, Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, terjadilah tindakan tak senonoh tersebut. HA dihipnotis dan digerayangi oleh AL. 

Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono membenarkan adanya penangkapan dukun cabul pada hari ini. Korban melaporkan ke Polres Cilegon setelah saat sadar dalam kondisi telanjang. "Tahu-tahu pas sadar korban sudah telanjang dan baru sadar Ia (korban) dilecehkan seksual," katanya.

Sigit menambahkan, saat korban sadar pelaku AL justru mengancam HA untuk tidak melapor ke polisi. "Pelaku bilang gambar korban telanjang sudah ada di handphone pelaku," tuturnya. 

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Poslres Cilegon AKP Maryadi mengatakan, saat ini AL masih diperiksa di  Mapolres Cilegon guna mendalami kasus tersebut. "Dugaan korban lebih dari satu, kami masih melakukan pendalaman," katanya saat dihubungi awak media, Senin (28/9).

Maryadi menambahkan, saat dilakukan tindakan pencabulan berupa grepe-grepe, korban HA dalam kondisi tidak sadar dengan cara dihipnotis. "Barang bukti yang kami amankan pakaian korban. Kami masih melakukan pendalaman," katanya. (gillang)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook