Tangkap Bandar Narkoba, Polisi Nyaris Dikeroyok 

Redaksi   |   Metro Serang  |   Selasa, 29 September 2020 - 20:44:30 WIB   |  dibaca: 109 kali
Tangkap Bandar Narkoba, Polisi Nyaris Dikeroyok 

DARJAT NURYADIN / BANTEN RAYA TERTANGKAP JUGA : Penyidik Satresnarkoba Polres Serang Kota memeriksa kedua terduga pelaku peredaran narkoba (kanan), Selasa (29/9).

SERANG, BANTEN RAYA- Anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Serang Kota hampir babak belur diamuk massa saat hendak menangkap terduga bandar dan kurir narkoba di sekitaran Perum Bina Bakti Karangantu, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Senin (28/9) malam.

Kasatnarkoba Polres Serang Kota Iptu Shilton saat dikonfirmasi membenarkan jika anggotanya hampir dikeroyok massa saat melakukan penangkapan dua pelaku terduga penyalahgunaan narkoba. Kedua pelaku yaitu AS (38) warga Perum Bina Bakti Karangantu, dan AR (51) warga Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen. 

"Ketika dilakukan penangkapan, kedua tersangka sempat melakukan perlawanan dan mengundang warga sekitar berdatangan bahkan nyaris mengeroyok anggota," jelas Shilton kepada Banten Raya, Selasa (29/9).

Menurut Shilton, kemarahan warga dapat diredam setelah anggota berpakaian preman tersebut menunjukan surat tugas penangkapan dan menunjukan barang bukti 3 paket sabu dari kedua pelaku.

"Dari kedua tersangka ini kami mengamankan barang bukti 3 paket sabu yang disembunyikan dalam bungkus rokok," ujarnya.

Shilton menambahkan, tersangka AS merupakan target operasi penangkapan anggotanya karena diketahui sebagai pengedar sabu. Bahkan tersangka AS pernah diamankan, namun dilepas kembali karena tidak ditemukan barang bukti narkoba.

"AS ini pernah kita tangkap, tapi karena barang buktinya tidak ada, jadi dia kita pulangkan. Tapi dari kejadian itu, pengawasan terhadap tersangka terus dilakukan," tambahnya.

Shilton menegaskan, atas perbuatannya tersebut keduanya akan dijerat pasal 112 ayat 1 dan atau pasal 127 ayat 1 huruf a undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman penjara minimal 4 tahun. "Pengungkapan ini masih kita kembangkan, karena pengakuan pelaku, sabu itu didapat dari warga Cilegon," katanya. 

Dalam pemeriksaan, tersangka AS mengakui saat ditangkap sedang menyerahkan 3 paket sabu yang disembunyikan dalam bungkus rokok kepada AR. Narkoba itu selanjutnya akan dikirim kepada pemesannya. "Saya serahkan ke dia (AR), nanti kalau ada yang pesan tinggal saya perintahkan," katanya.

AS mengaku baru 3 bulan berbisnis narkoba. Bisnis narkoba terpaksa digelutinya karena tidak memiliki kerjaan tetap, sedangkan setiap hari harus menafkahi keluarganya. "Baru tiga bulan, barangnya dari Cilegon," jelasnya. (darjat/rahmat)

 

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook