Dirazia Tengah Malam, Napi Ketahuan Sembunyikan Sajam dan HP

Redaksi   |   Hukum  |   Kamis, 01 Oktober 2020 - 21:20:48 WIB   |  dibaca: 109 kali
Dirazia Tengah Malam, Napi Ketahuan Sembunyikan Sajam dan HP

DIGELEDAH: Petugas Lapas menggeledah kamar hunian warga binaan. Hasilnya masih bahyak ditemukan barang-barang yang dilarang, Rabu (30/9) malam.

SERANG, BANTEN RAYA- Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Serang merazia blok hunian warga binaan atau narapidana (napi), Rabu (30/9) malam. Hasilnya, petugas menemukan beberapa unit handphone (HP) beserta alat charger, kabel rol, sendok besi, dan senjata tajam.

Kepala Lapas Kelas IIA Serang Heri Kusrita mengatakan, razia yang dilakukannya merupakan tindak lanjut dan langkah percepatan deteksi dini blok dan kamar hunian Lapas Kelas IIA Serang, sesuai arahan dirjen pemasyarakatan terkait upaya deteksi dini cegah gangguan keamanan dan ketertiban.

"Sesuai dengan arahan dirjen pas, kami melakukan kegiatan deteksi dini meliputi upaya maksimal P4GN, peningkatan intesitas kontrol blok hunian, kontrol keliling kondisi fisik bangunan baik dinding kamar, teralis besi, dan branggang setiap blok, serta penggeledahan pada kamar hunian,” katanya kepada Banten Raya, Kamia (1/10).

Heri menambahkan, dari penggeledahan pihaknya tidak menemukan narkoba, namun petugas berhasil mengamankan benda yang dilarang beredar di Lapas seperti handphone, senjata tajam (sajam), gunting dan lain sebagainya.

"Kita juga sudah melakukan tindaklanjut terkait hasil deteksi dini gangguan kamtib, seperti melakukan penyitaan benda-benda yang tidak sesuai dengan Permenkumham nomor 6 tahun 2013 tentang tata tertib Lapas dan Rutan," tambahnya.
Heri menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen dan keseriusan Lapas Serang dalam pencegahan peredaran narkoba serta deteksi dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban.

"Ada 3 hal utama yang menjadi kunci pemasyarakatan maju, yaitu deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, berantas peredaran narkotika, dan sinergi dengan aparat penegak hukum dan pihak terkait," tegasnya.

Kepala Sub Bidang Pelayanan Tahanan Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi pada Kemenkumham Banten Hannibal mengatakan, razia yang dilaksanakan oleh Rutan maupun Lapas merupakan kegiatan rutin dan tidak berkaitan dengan peristiwa kaburnya narapidana hukuman mati di Tangerang.

"Razia itu sebenarnya kegiatan rutin yang sudah dilakukan oleh teman-teman UPT. Kalau sekarang kegiatan tersebut terfollow up mungkin karena imbas situasi kejadian Tangerang," katanya.

Hannibal menegaskan kegiatan, itu guna memastikan tidak ada barang-barang terlarang masuk kedalam rutan maupun Lapas, serta menjadi keamanan dan kondusifitas di dalam.

"Artinya kegiatan razia di sejumlah Lapas bukan dilakukan semata-mata karena ada kejadian terus ada kegiatan. Tapi memang kegiatan rutin yang senantiasa dilakukan secara berkala dan isindental (ada laporan) yang diterima," tegasnya. (darjat/rahmat)
 

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook