Terdakwa Penjual Tanah Negara Dijebloskan ke Sel

Redaksi   |   Hukum  |   Kamis, 01 Oktober 2020 - 21:22:10 WIB   |  dibaca: 214 kali
Terdakwa Penjual Tanah Negara Dijebloskan ke Sel

DITAHAN: Tersangka Uji Nahruji dibawa ke dalam mobil tahanan untuk ditahan di Mapolres Serang Kota, Kamis (1/10).

SERANG, BANTEN RAYA- Uji Nahruji, terdakwa penjualan lahan milik negara di Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjungteja, Kabupaten Serang, akhirnya dijebloskan ke dalam sel oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Negeri Serang, Kamis (1/10). Sebelumnya terdakwa Uji Nahruji hanya dilakukan penahanan kota.

Untuk diketahui, pada 18 Agustus 2020 lalu penyidik Kejari Serang menahan mantan Plt Kepala Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang Kiki Baihaki, yang juga terlibat kasus tersebut. Sedangkan Uji Nahruji dari pihak swasta, hanya dilakukan penahanan kota karena alasan medis.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang Supardi mengatakan, penahanan terdakwa Uji Nahruji merupakan penetapan majelis hakim yang menyatakan terdakwa sehat dan dapat dilakukan penahanan.
"Kalau kita memang dari awal tidak melakukan penahanan karena yang bersangkutan memiliki riwayat medis. Namun ini kan keputusan majelis hakim, kita hanya melaksanakannya," kata Supardi kepada Banten Raya di Kejari Serang, Kamis (1/10).

Menurut Supardi, terdakwa Uji memiliki riwayat gula darah selama 15 tahun, stroke dan akan melakukan pemasangan ring di jantung. Setelah dilakukan pemeriksaan medis dan swab test, terdakwa dibawa ke tahanan titipan Polres Serang Kota. "Hari ini Uji sudah mengikuti persidangan, dengan agenda eksepsi," ujarnya.

Supardi mengungkapkan, terdakwa Uji dan Kiki ditahan atas kasus tersebut berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan sejak 2019. Keduanya diduga melakukan penjualan lahan negara yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp2,1 miliar.
"Kerugiannya Rp2,1 miliar. Kedua tersangka ini perannya sebagai perantara. Uji ini telah menguasai tanah negara di Bojong Menteng sejak 2002. Kemudian, warkah itu diubah oleh Kiki, padahal sebelumnya sudah diberitahukan kalau itu tanah negara," ujarnya.

Supardi menjelaskan, sedikitnya ada 7 hektare lahan negara sudah dijual oleh keduanya. Lahan tersebut berada di luar area TPST Bojong Menteng. Namun kejaksaan akan mendalami adanya dugaan penjualan lahan di area TPST Bojong Menteng. "Nanti kita buktikan di pengadilan," jelasnya.
Sementara itu, kuasa hukum terdakwa enggan memberikan komentar apapun terkait penahanan kliennya tersebut dan langsung meninggalkan awak media.

Diketahui, kasus penjualan lahan negara itu bermula saat Pemkab Serang berencana membangun tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) di atas lahan di Desa Bojong Menteng. Diduga, rencana pembangunan itu dimanfaatkan oleh Kiki (Plt Kades Bojong Menteng) untuk kepentingan pribadi. Kiki menjual lahan milik negara di Bojongmenteng yang diklaim sebagai milik pribadi.

Status kepemilikan lahan itu dibuktikan dengan Surat Keputusan (SK) Redistribusi Tanah. SK itu berisi keterangan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Serang bahwa lahan tersebut adalah obyek landreform atau dalam penguasaan negara. Berdasarkan SK Redistribusi di Bojong Menteng yang diterbitkan oleh Kiki dijual kepada UN. Dalam penyelidikan Kejari Serang sedikitnya ada sekitar 13 AJB dengan luas sekitar 60 hektare baik di area TSPT maupun luar TPST yang sudah dijadikan milik pribadi. (darjat/rahmat)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook