Warga Labuan Belum Rasakan Manfaat Berdirinya Provinsi Banten

Redaksi   |   Pandeglang  |   Selasa, 06 Oktober 2020 - 09:21:25 WIB   |  dibaca: 172 kali
Warga Labuan Belum Rasakan Manfaat Berdirinya Provinsi Banten

Rumah-rumah warga di Desa Sukamaju Kecamatan Labuan berdiri diatas lahan PT KAI

PANDEGLANG, BANTEN RAYA-  Masyarakat Desa Sukamaju dan Cigondang, Kecamatan Labuan mengaku tidak merasakan dampak positif dari keberadaan Provinsi Banten yang kini sudah berusia 20 tahun. Warga di dua desa ini masih berada di bawah garis kemiskinan dan tidak merasakan pemerataan pembangunan.

Kepala Desa Sukamaju Ucu Suhandi mengungkapkan, di wilayahnya masih banyak warga yang hidup miskin bahkan tidak memiliki tempat hunian yang layak. Warga Sukamaju, kata kades, selama ini banyak yang  memanfaatkan lahan bekas rel kereta milik PT KAI tepatnya di Kampung Sukajadi dan Kadu Jami sebagai pemukiman.

"Masih banyak Warga Desa kami yang berada di bawah garis kemiskinan, bahkan yang memiliki rumah layak huni bisa dihitung dengan jari. Kebanyakan warga menempati lahan milik PT KAI," ungkapnya, Selasa (6/10).

Kades berharap, dengan bertambahnya usia Provinsi Banten berdampak pada pemertaan pembanguanan. "Kami rasakan pembangunan di Banten belum merata," katanya.

Senada disampaikan Kepala Desa Cigondang Cepi Ahmad Sutedja. Kata Cepi di desanya tercatat ada 150 rumah yang tidak layak huni dan lokasinya ada disepanjang rel  PT KAI, lahan wakaf, dan tanah sewa. 

"Lokasinya ada di Kampung Kalangsari RW/07 dan Kampung Kanyere. Sedangkan tingkat angka kemiskinan di Cigondang diatas 50 persen," akunya.

Baik Kades Sukamaju maupun Cigondang menyatakan bingung untuk menyelamatkan warganya terlebih ada rencaa reaktifasi kembali jalur KAI Labuan-Rangkas. Sedangkan langkah  untuk menyediakan hunian yang layak bagi warganya tidak memungkinkan karena ketidaktersediaan lahan yang bisa dipergunakan untuk pembangunan hunian itu sendiri.

"Kami dari pihak desa sebenarnya ingin membangunkan hunian yang layak sebagai solusi bagi warga kami, hanya saja kami bingung dengan tidak adanya lahan. Pemprov Banten dan Pemkab Pandeglang harusnya memikirkan nasib warga desa," Cepi menandaskan. (muhaemin)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook