Ultimatum Walikota Cilegon, Puluhan Dewan Kemakmuran Masjid Minta Karaoke di JLS Ditutup

Redaksi   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 06 Oktober 2020 - 22:12:56 WIB   |  dibaca: 842 kali
Ultimatum Walikota Cilegon, Puluhan Dewan Kemakmuran Masjid Minta Karaoke di JLS Ditutup

CILEGON, BANTEN RAYA - Sebanyak 75 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Bersama Anti Kemaksiatan (Gebrak) mengultimatum Pemkot Cilegon dengan memberikan tenggat waktu 1 bulan untuk menutup Tempat Hiburan Malam (THM) di kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon.

Puluhan DKM dari Kota Cilegon dan Kabupaten Serang ini menyatakan akan menutup sendiri THM di JLS Cilegon secara paksa jika Pemkot Cilegon tetap tidak bergeming terhadap keberadaan THM tersebut.

Selasa (6/10) pagi, puluhan massa yang menamakan dirinya sebagai Gebrak mendatangi Pemkot Cilegon. Saat itu, rombongan DKM disambut Plt Asda I Setda Kota Cilegon Tb Dikrie Maulawardhana, Kepala Dinas Satpol PP Kota Cilegon Juhadi M Syukur, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cilegon Bukhori, Kepala Inspektorat Kota Cilegon Epud Syaefudin, serta Kepala Dinas Komunikasi Informasi Sandi dan Statistik (Diskominfo) Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra.

Ketua Gebrak Hafidin mengatakan, pihaknya memertanyakan tidak adanya respons dari Pemkot Cilegon tentang keberadaan THM yang meresahkan warga sekitar JLS. Padahal, pihaknya sempat datang untuk memberikan petisi penolakan THM di sepanjang JLS Cilegon.

“Kami menanyakan sikap Pemkot Cilegon, mengapa belum menutup permanen THM di sepanjang JLS ini. Padahal sudah kami sampaikan, ribuan masyarakat di Cilegon dan Kabupaten Serang berharap THM segera ditutup,” serunya.

Hafidin bersama rekan-rekannya memberikan kesempatan terakhir kepada Pemkot Cilegon yaitu memberikan kesempatan waktu satu bulan untuk menutup THM.

“Kami beri tenggat waktu satu bulan untuk menutup tempat hiburan itu. Bagaimana teknisnya, kami tidak mau tahu. Mereka-mereka lebih paham ketimbang kami,” cetusnya.

Ia menambahkan, Gebrak akan turun langsung menutup THM jika Pemkot Cilegon tetap tidak melakukan tindakan. Menurutnya, ada sekitar 70 THM dan warung remang-remang (warem) di sepanjang JLS Cilegon. “Kami akan kerahkan massa, menutup tempat hiburan itu,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Plt Asda I Setda Kota Cilegon Tb Dikrie Maulawardhana akan melakukan dua langkah strategis. Langkah partama adalah menutup akses masuk menuju THM. “Kami sadar jika THM di sepanjang JLS, ada yang berada di wilayah Kabupaten Serang. Meskipun begitu, seluruh trotoar di sepanjang JLS adalah milik Pemkot Cilegon. Maka itu, langkah pertama kali adalah menutup trotoar yang jadi akses masuk menuju THM,” katanya.

Pria yang juga menjabat sebagai Asda II Seta Kota Cilegon ini mengatakan,  akan berkoordinasi dengan sejumlah OPD guna upaya penutupan THM secara formal. Selain itu, juga berkoordinasi dengan Kabupaten Serang terkait hal yang sama. “Untuk langkah formal, memang melibatkan sejumlah OPD terkait. Seperti Disparbud selaku dinas yang mengeluarkan rekomendasi, DPMPTSP selaku OPD yang mengeluarkan izin, juga Dinas Satpol PP selaku eksekutor,” jelasnya. (gillang)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook