Salut! Terimbas Korona, Pedagang Jamu Gendong di Kota Serang Lakukan Ini 

Redaksi   |   Metro Serang  |   Rabu, 07 Oktober 2020 - 20:32:51 WIB   |  dibaca: 137 kali
Salut! Terimbas Korona, Pedagang Jamu Gendong di Kota Serang Lakukan Ini 

SERANG, BANTEN RAYA - Adanya virus korona memaksa Tarmi (40), penjual jamu gendong di Kota Serang, memutar otak agar tetap bisa berjualan jamu. 

Perempuan asal Wonogiri ini lalu terpikir berjualan jamu dalam kemasan yang bisa diantarkan langsung ke rumah pemesan.

Tarmi mengatakan, ia baru melakoni berjualan jamu kemasan dengan merek Djamu Yumi sejak empat bulan terakhir. Ini dilakukan sejak mulai munculnya virus Covid-19 yang membuat sejumlah perumahan menutup diri dari kunjungan orang luar.

Tarmi sendiri sudah sejak remaja berjualan jamu gendong. Profesi ini sudah dia jalani sekitar 25 tahun sampai saat ini ia sudah memiliki dua orang anak. Ia sadar meski ruang geraknya terbatas karena korona namun keluarganya harus tetap ia hidupi. Maka tercetuslah ide membuat jamu dalam kemasan botol berukuran 250 ml.

“Alhamdulillah lumayan laku,” kata Yumi, panggilan akrab Tarmi, Rabu (7/10).

Seperti jamu yang setiap hari ia buat dan jajakan, jamu dalam kemasan juga masih menggunakan bahan tradisional seperti beras kencur, kunyit, jahe, temulawak, sambiloto, daun sirih, kencur, daun mint, cengkeh, dan beberapa rempah lain. Pemesan juga bisa memesan jamu kombinasi sesuai dengan keinginan.

 Dikatakan Tarmi, setiap botol dihargai Rp10.000. Pemesanan berapa pun akan langsung diantarkan ke rumah oleh anak Tarmi yang saat ini lebih banyak di rumah karena belajar dari rumah. Sebagian besar pelanggan yang memesan jamunya adalah pelanggannya ketika masih berjualan jamu keliling.

 Tarmi mengungkapkan, sampai saat ini jamu yang dijualnya baru bisa dipesan melalui pesan WhatsApp karena belum membuat media sosial khusus. 

Setiap hari rata-rata penjualan bisa mencapai 10 botol. Hasil penjualan jamu botol saat ini menurutnya memang masih lebih kecil dibandingkan dengan saat berjualan keliling. Namun, ia bersyukur karena di saat sulit sepertiii masih bisa menghasilkan uang.

Tarmi menyatakan, ada sejumlah khasiat dari jamu bagi tubuh. Kunyit asem bisa menambah nafsu makan, beras kencur bisa menghilangkan capai, kunyit membantu pencernaan dan tidak enak makan, sambiloto menambah nafsu makan, dan temulawak dipercaya bisa menambah daya tahan tubuh agar terhindar dari virus.

Tarno, salah seorang kerabat Yumi, mengatakan, jamu yang dibuat oleh Yumi tidak disertai dengan bahan pengawet karena hanya menggunakan rempah alami dan air. Karena itu jamu ini ini sangat membantu daya tahan tubuh sehingga memproteksi tubuh terhadap serangan penyakit.

Karena tidak mengandung pengawet atau bahan kimia maka paling lama jamu ini bisa bertahan selama sua hari bila disimpan di lemari es. Namun khusus untuk jamu beras kencur tidak bisa lewat dari satu hari karena akan segera basi. (tohir)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook