Terlibat Korupsi Jalan Lingkar Selatan, Mantan Kadis PU Cilegon Ditahan

Redaksi   |   Hukum  |   Jumat, 09 Oktober 2020 - 21:38:33 WIB   |  dibaca: 332 kali
Terlibat Korupsi Jalan Lingkar Selatan, Mantan Kadis PU Cilegon Ditahan

SERANG, BANTEN RAYA - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten menahan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Cilegon Nana Sulaksana, bersama dua tersangka lainnya dari pihak swasta yakni Tb Dhonny Sudrajat dan Syachrul, Jumat (9/10). 

Ketiga tersangka ini diduga secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi pada proyek Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon tahun 2013 senilai Rp 14,8 miliar.

Kasi Penyidikan Kejati Banten Zainal Efendi mengatakan, penyidik pidsus telah melakukan pelimpahan barang bukti, berkas, dan tiga tersangka ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon. Ketiga tersangka yaitu Nana Sulaksana selaku KPA PPK yang juga mantan Kepala DPU Cilegon, Tb Donny selaku sub kontraktor dan Syachrul selaku kontraktor.

"Kami melakukan tahap dua kepada jaksa penuntut umum (JPU), dimana kami selaku penyidik telah memenuhi syarat materil dan formil, dan kita melakukan P21. Jadwal kita di Kejari Cilegon melakukan tahap 2," kata Zainal kepada Banten Raya, Jumat (9/10).

Zainal mengungkapkan, proyek JLS Kota Cilegon dari stasiun kilometer (KM) 5+1917 hingga KM 8+667, proyek tahun 2013 senilai Rp14, 8 miliar yang dikerjakan oleh PT Respati Jaya Pratama telah menyebabkan kerugian negara Rp1,3 miliar.

"Pasal yang kita sangkakan yaitu pasal 2 sub pasal 3 junto pasal 18 Undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dalam undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tetang tipikor, jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP," ungkapnya.

Zainal menambahkan, ketiga tersangka dilakukan penahanan oleh JPU Kota Cilegon ke Lapas Cilegon, setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan bebas dari virus korona atau Covid-19.  "Percepatan proses persidangan, JPU melakukan penahanan," tambahnya.

Zainal menjelaskan, proyek yang dikerjakan oleh PT Respati Jaya Pratama diduga telah terjadi ketidaksesuaian volume pekerjaan berupa kekurangan volume pembesian dan lapisan cement treated base (CTB). "Ada beberapa item. Dari ahli kekurangan volume, kalau fiktif enggak (ada), karena ada pekerjaannya," jelasnya.

Zainal mengungkapkan, sejauh ini penyidik telah melakukan pemeriksaan sebanyak 30 orang saksi. Dalam perkara ini, pihaknya tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain yang terjerat dalam kasus proyek JLS jalur kanan arah Pondok Indah Cilegon (PCI) tersebut. 

"Kita tidak menutup kemungkinan dalam hal itu. Untuk saat ini kita baru menemukan perbuatan melawan hukum ada ketiga ini (tersangka), kita akan kembangkan dan kita pelajari," katanya. 

Untuk diketahui, proyek yang didanai APBD Kota Cilegon ini mulai diusut Kejati pada 5 Juli 2019. Kurang dari dua pekan berstatus penyelidikan, Kejati Banten menaikkan status perkara tersebut ke tahap penyidikan. 

Penyidik meyakini ada perbuatan melawan hukum dalam proyek jalan yang dimulai dari stasiun KM 5+1917 hingga KM 8+667 itu. Hingga Januari 2020, sejumlah orang telah diperiksa sebagai saksi. Di antaranya, pejabat di DPU Kota Cilegon, konsultan pengawas, panitia lelang, dan PT Respati Jaya Pratama selaku pelaksana proyek. (darjat/rahmat)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook