Melihat Saung Sayar #89 Coffee, Sensasi Minum Kopi di Tengah Hutan

Redaksi   |   Metro Serang  |   Minggu, 11 Oktober 2020 - 10:49:56 WIB   |  dibaca: 175 kali
Melihat Saung Sayar #89 Coffee, Sensasi Minum Kopi di Tengah Hutan

SERANG, BANTEN RAYA - Siapa bilang minum kopi hanya bisa dilakukan di tengah kota. Saat ini ada kedai kopi yang menjual kopi di tengah hutan sehingga meminum kopi menjadi kegiatan yang tidak hanya asyik melainkan juga menantang. 
Bagaimana tidak menantang bila perjalanan untuk menuju ke lokasi memang benar-benar berada di tengah hutan. Setidaknya jauh dari keramaian dan dikelilingi oleh perbukitan yang penuh dengan pepohonan. Lampu penerangan jalan di daerah ini masih sangat minim sehingga jalan masih sangat gelap dan sepi. Pada malam hari suara binatang hutan kerap terdengar bersahutan dan udara berubah sejuk bahkan dingin. 

Bagi yang pertama kali mendatanginya pada malam hari mungkin tidak akan percaya bila benar-benar ada sebuah kafe di tengah hutan. Apalagi salah satu spot yang harus dilewati adalah pemakaman Cina dan pemakaman Kristen di daerah Sayar. 

Jarak dari pusat kota atau Alun-alun Serang menuju lokasi mencapai sekitar 10 km. Sementara jarak dari dari perempatan Ciracas ke lokasi sekitar 8 km. 

Namun ketika sudah sampai di lokasi, maka semua rintangan yang dilalui seakan tidak ada arti. Suasana kafe yang nyaman dan sejuk seakan membayar lunas panjangnya perjalanan. 

Bangku dan meja yang terbuat dari kayu bersatu dengan pepohonan di sekitarnya yang dibiarkan hidup. Bangunan kafe yang dibuat terbuka membuat kafe ini terasa lebih lega. 

Tidak hanya pohon keras, pohon pisang pun dibiarkan saja hidup di dekat bangku sehingga seperti menjadi hiasan hidup kafe. Bila pohon-pohon yang ada di sekitaran kafe berbuah, pengunjung boleh memetik dan memakannya cuma-cuma. 

Saung Sayar baru beroperasi sekitar tiga bulan yang lalu. Dalam satu minggu, kafe ini hanya buka tiga hari, yaitu hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. 

"Awal-awal cuma Sabtu dan Minggu saja buka. Karena ada permintaan maka buka hari Jumat," kata Rahmatullah, pemilik Saung Sayar. 

Pada hari Jumat kafe buka pukul 15.00-21.00. Pada Sabtu buka pukul 08.00-21. Pada Minggu buka pukul 08.00-20.00. Karena hanya buka pada akhir pekan, kopi di kafe ini juga bisa disebut kopi weekend. 

Saung Sayar menawarkan aneka kopi yang bisa dipesan, misalkan espresso single shoot, americano, cappucino, cafe latte, caramel latte, brown sugar coffee, dan lain-lain. Harga segelas kopi berkisar mulai Rp13.000 sampai Rp19.000. 

Selain kopi dijual juga aneka minuman non kopi seperti cokelat, lemon, teh manis, dan lain-lain. Sementara untuk makanan, yang disediakan hanya sebagai pelengkap dan pendamping kopi, disediakan kentang sosis goreng, pisang cokelat keju, roti bakar, sampai mie tektek. Bagi yang ingin makan berat bisa memilih nasi gonjleng berupa nasi plus ayam geprek. Untuk makanan harganya pun masih terjangkau berkisar Rp12.000 sampai Rp18.000 per porsi. 

Rahmatullah mengaku, pada mulanya ia ingin memanfaatkan peluang bisnis di daerah Sayar ini yang memiliki trek sepeda dan motor trail. Ia melihat banyak pesepeda dan trail yang menggunakan jalur di mana lahan miliknya berada. Berdasarkan pengamatannya, para pesepeda kerap istirahat di sembarang tempat karena tidak memiliki tempat istirahat khusus yang refresentatif. Karena itu ia berinisiatif menawarkan tempatnya sebagai tempat istirahat para pesepeda setelah melakukan gowes. Maka ia pun memasang plang bertuliskan "parkir goweser" di depan cafenya. 

Untuk bisa menjangkau lokasi Saung Sayar, pengunjung paling mudah bertolak dari perempatan Ciracas dan mengambil jalur ke arah Taktakan. Trek menuju lokasi merupakan trek lurus sehingga pengunjung hanya perlu mengikuti jalan beraspal saja yang lurus. Setelah melintasi pemakaman dan satu kampung maka Saung Sayar sudah dekat. (tohir)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook