Jalan Layang di Tengah Kota Serang Dibangun 2021

Redaksi   |   Metro Serang  |   Rabu, 14 Oktober 2020 - 09:52:57 WIB   |  dibaca: 159 kali
Jalan Layang di Tengah Kota Serang Dibangun 2021

SERANG, BANTEN RAYA- Pemprov Banten memastikan akan melakukan penguatan pembangunan bidang infrastruktur pada 2021 mendatang. Sejumlah proyek fisik bakal dibangun mulai dari lanjutan sport center, Jembatan Bogeg, Jembatan Ciberang, hingga Jalan Layang atau Fly Over Sudirman.

Informasi yang dihimpun, empat proyek fisik tersebut seluruhnya membutuhkan pembiayaan lebih dari Rp1 triliun. Untuk Jembatan Bogeg di Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang misalnya, butuh anggaran hingga Rp114 miliar. Jembatan Bogeg gagal dibangun tahun ini dikarenakan terkendala proses perizinan. 

Saat itu pemprov belum mendapat izin dari sejumlah pihak terkait. Di antaranya adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) serta PT Marga Mandala Sakti selaku pengelola Tol Tangerang-Merak.

Proyek selanjutnya yakni Jalan Layang Sudirman, Kota Serang membutuhkan anggaran hingga Rp472,8 miliar. Untuk proyek yang satu ini pemprov akan berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk pembangunan fisiknya. Sebab, Jalan Jendral Sudirman sendiri merupakan kewenangan pemerintah pusat. Proyek ini akan dikerjakan secara multiyears.

Selanjutnya pembangunan Sport Center di Kecamatan Curug, Kota Serang yang juga dibangun secara multiyears itu membutuhkan dana hingga sekitar Rp900 miliar. Pada tahun anggaran 2019 telah dianggarkan Rp80 miliar untuk memulai rangkaian proses pembangunan.

Selanjutnya pada 2020 dianggarkan Rp350 miliar, namun terkena refocusing atau realokasi untuk penanganan Covid-19 senilai Rp300 miliar. Meski demikian, sport center kembali mendapat suntikan anggaran sekitar Rp430 miliar melalui pinjaman daerah dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Sementara untuk pembangunan Jembatan Ciberang, Kabupaten Lebak merupakan program pemulihan pasca bencana longsor dan banjir bandang pada awal 2020. Saat itu, pembangunan diaggarkan untuk dua jembatan yaitu Jembatan Cinyiru dan Ciberang dengan alokasi Rp29,4 miliar yang berasal dari belanja tak terduga (BTT).

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) membenarkan terdapat sejumlah rencana pembangunan fisik yang akan dilaksanakan pada tahun depan. Pembangunan yang akan dilakukan adalah program baru dan yang kembali dilanjutkan setelah sempat tertunda pelaksanaannya pada tahun ini akibat dampak dari pandemi Covid-19.

"Menginformsikan kepada masyarakat bahwa untuk Jembatan Ciberang (menghubungkan) dari Cipanas ke Warungbanten, Kabupaten Lebak, Insya Allah sudah kami annggarkan. Kemarin sudah kami anggarkan (dipotong) karena covid, kami anggarkan lagi. Insya Allah dimulai Januari (2021). Masyarakat mohon bersabar, itu anggaran murni dari APBD Provinsi Banten," ujarnya, Selasa (13/10).

WH menuturkan, masih soal jembatan selanjutnya Pemprov Banten juga akan membangun Jembatan Bogeg, Kota Serang. Jembatan yang menghubungkan antara Pakupatan-Parung yang selama memang dinilai terlampau sempit sehingga perlu dipugar. Tak ketinggalan, pihaknya akan melanjutkan pembangunan stadion olahraga atau sport center. Hal itu dikarenakan sudah adanya kesepakatan bersama antara Pemprov Banten dan DPRD Provinsi Banten.

"Sudah ada dalam perda (peraturan daerah), kami laksanakan secara multiyears. (Dilaksanakan) bersambung, Insya Allah nanti 2022 ini Banten sudah punya stadion," katanya.

Tak selesai di situ, ia juga memastikan pada 2021 akan dimulai pembangunan jembatan layang atau fly over di Kota Serang. Tepatnya, pembangunan itu akan dilakukan di Ruas Jalan Jenderal Sudirman.

"Jadi tiga hal yang utama itu saya kira disamping penuhnya kegiatan lain yang akan terus kami lakukan," tuturnya. 

Dalam beberapa kesempatan, Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten M Tranggono mengatakan, untuk tahun ini tahapan pembangunan Jalan Layang Sudirman baru pada tahap persiapan. Progres fisik tidak akan dilakukan tahun ini karena diperkirakan tidak akan cukup waktu.

Adapun tahapan pekerjaan yang akan dilakukan pada tahun depan adalah pembebasan lahan untuk bangunan terdampak proyek. Untuk pembangunan fisik, pemprov akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR agar menyiapkan alokasi anggarannya di 2021. "Pembangunannya akan dilaksanakan secara multiyears," jelasnya. (dewa/rahmat)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook