BUMD Agrobisnis Disuntik Modal Rp65 M

Redaksi   |   Ekonomi  |   Kamis, 15 Oktober 2020 - 07:39:10 WIB   |  dibaca: 203 kali
BUMD Agrobisnis Disuntik Modal Rp65 M

SERANG, BANTEN RAYA- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Agrobisnis Banten Mandiri bakal disuntik tambahan modal sebesar Rp65 miliar pada 2021 mendatang. Selain untuk menutupi kebutuhan operasional, dana segar itu juga dimaksud untuk pemenuhan minimal komposisi saham sebagai perusahan plat merah daerah.


Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyertaan Modal PT Agrobisnis Banten Mandiri DPRD Banten Gembong R Sumedi mengatakan, total kebutuhan modal BUMD tersebut mencapai Rp300 miliar. Hal itu telah tertuang dalam perda tentang pembantukkan PT Agrobisnis Banten Mandiri.


Bicara modal dasar ini kita sudah sepakat sebesar Rp300 miliar, ujarnya saat ditemui usai menghadiri rapat pansus di Sekretariat DPRD Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu (13/10).


Politikus PKS itu menuturkan, dari total kebutuhan tersebut baru direalisasikan Rp10 miliar dan dialokasikan pada Perubahan APBD 2020. Modal akan kembali ditambah pada tahun anggaran berikutnya senilai Rp65 miliar.


Dengan catatan yang sudah diputuskan di KUA PPAS (kebijakan umum anggaran plafon prioritas anggaran sementara) 2021 itu Rp20 miliar. Kurangnya (Rp) 45 miliar, nanti masih ada harapan untuk mendapatkan Rp45 miliar di 2021, katanya.


Tambahan penyertaan modal tersebut, kata dia, dimaksudkan juga untuk memenuhi tuntutan kepemilikan saham sebesar 51 persen. Itu sebagaimana diatur dalam ketentuan kepemilikan BUMD. Jika dikonversikan, 51 persen tersebut akan setara dengan Rp153 miliar. Jika dikurangi dengan penyertaan modal di 2020 dan rencana di 2021, maka kebutuhan untuk memenuhi kepemilikan saham adalah sekitar Rp78 miliar lagi.


Rencananya, pemenuhan kekurangan akan dipenuhi dengan cara mengonversi lahan dan bangunan pusat disitribusi provinsi (PDP). Fasilitas itu disiapkan untuk dijadikan aset PT Agrobisnis Banten Mandiri. Dengan aset tanah itu kalau dikonversikan senilai RP 95 miliar, jadi sudah bisa cukup, ungkapnya.


Penambahan modal pada APBD 2021 yang mencapai Rp65 miliar masih sangat memungkinkan mengingat pembahasan APBD-nya baru sampai kesepakatan KUA PPAS. Kalaupun tak memenuhi bisa masuk pada APBD Perubahan 2021.


Masih memungkinan, KUA PPAS sementara, jadi kalau pun di perubahan (mungkin dilakukan), bahasa di perdanya tidak menyebutkan murni atau perubahan, yang penting 2021, tuturnya.


Direktur Utama BUMD PT Agrobisnis Banten Mandiri Saeful Wijaya mengatakan, untuk tahun ini pihaknya akan menerima penyertaan modal senilai Rp10 miliar. Alokasi itu akan digunakan untuk pemenuhan stok dari Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Banten berupa beras sebesar 110 ton. "Ini momentum untuk 2020 ini jelas sudah ada dan kita akan manfaatkan dana Rp10 miliar," ujarnya.


Terkait rencana kerja ke depan pihaknya saat ini sedang menyusun perencanaan bisnisnya. Pihaknya ingin memaksimalkan potensi agrobisnis yang dimiliki Banten. "Ke depan kita sedang susun rencana bisnis karena kita sedang mengumpulkan data. Apa yang memang bisa kita action (lakukan) di tahun-tahun ke depan. Baru dalam tahap raperda, Insya Allah proses kalau sudah di pansus biasanya akan disegerakan," tuturnya. (dewa/rahmat)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook