Penjualan Ponsel di Banten Anjlok sampai 90 Persen

Redaksi   |   Bisnis  |   Kamis, 15 Oktober 2020 - 09:44:04 WIB   |  dibaca: 136 kali
Penjualan Ponsel di Banten Anjlok sampai 90 Persen

SERANG, BANTEN RAYA - Penjualan ponsel pintar atau smartphone di Serang dan Cilegon turun drastis sampai 90 persen akibat dihantam pandemi Covid-19.

Demikian diakui salah satu pemilik konter di Kota Cilegon Epi kepada Banten Raya, Selasa (13/10). Ia mengatakan, akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan pemilik konter sulit berjualan smartphone.

"Iya karena ada korona ini. Turunnya lumayan. Bisa hingga 90 persen," ujar Epi.

Padahal kata dia, sebelum ada pandemi penjualan smarthone cukup positif lantaran banyak bermunculan tipe-tipe ponsel terbaru yang menawarkan kualitas teknologi kekinian. 
"Untuk Oktober ini saja susah jualan. Di Mal-mal kan banyak yang tutup dan gak jualan karena penjualan sepi. Makanya jualannya pindah ke pinggir jalan ngontrak bulanan bukan tahunan," katanya.

Epi melanjutkan, lesunya penjualan penjualan ini belum akan berakhir. Pasalnya, kondisi pandemi belum berakhir dan perekonomian masyarakat juga belum stabil. 
"Walaupun ponsel ini sudah jadi kebutuhan saat ini, tapi orang masih lebih mementingkan buat makan dahulu daripada buat beli smartphone atau barang-barang elektronik lainnya," katanya.

Epi mengaku, kondisi turunnya penjualan smarphone ini tidak hanya dialami dirinya, tapi juga banyak dialami rekan sesame seprofesinya. 
"Mudah-mudahan kita sih berharap penjualan smartpone bagus lagi, supaya para pemilik konter juga bisa memenuhi kebutuhan operasional dan bertahan di tengah pandemic saat ini," harap dia.

Epi menambahkan, untuk saat ini harga ponsel yang masih banyak diminati dan dibeli masyarakat di kisaran harga Rp2-3 juta.

"Orang nyarinya dengan budget segitu tapi kualitas kamera, RAM dan kapasitas memorinya lumayan besar," katanya.

Hal senada diakui Farid, pemilik konter smartphone di Kota Serang, ia mengatakan selama ada wabah Covid-19 pembelian smartphone terus mengalami penurunan.

"Penjualan lagi turun. Kenapa? Karena dari segi penghasilan pun orang-orang atau masyarakat pada lagi turun. Baik pengusaha dan penjualan apapun sama-sama berkurang (turun)," kata Farid kepada Banten Raya.

Lantaran penghasilan warga terdampak pandemi, daya beli untuk barang-barang elektronik dan gadget kata dia ikut terdampak. 
"Untuk sekarang orang itu nyarinya handphone seken atau bekas, baik buat anak sekolah daring atau jarak jauh. Jadi mau tidak mau kebanyakannya pada beli HP seken dibanding beli yang baru," katanya. (ismet)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook