Sempat Diblokir 3 Bulan, Jalan Nyapah Dibuka Lagi

Redaksi   |   Metro Serang  |   Kamis, 15 Oktober 2020 - 21:20:03 WIB   |  dibaca: 168 kali
Sempat Diblokir 3 Bulan, Jalan Nyapah Dibuka Lagi

SERANG, BANTEN RAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang membuka akses jalan poros kelurahan di Lingkungan Cibogo Timur RT 02/04, Kelurahan Nyapah, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Kamis (15/10). Jalan tersebut sempat diblokir selama tiga bulan oleh oknum warga yang mengklaim sebagai pemilik atas lahan jalan umum tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Kota Serang Kusna Ramdani mengatakan, pihaknya bersama unsur Muspika Kecamatan Walantaka, Kelurahan Nyapah dan Kelurahan Lebak Wangi, menerjunkan puluhan personelnya untuk membuka akses jalan umum di Kelurahan Nyapah.

"Sudah-sudah (dibuka). Bahkan yang digali juga sudah kita urug tanah campur batu satu truck jalannya," ujar Kusna, ditemui di Setda Puspemkot Serang, Kota Serang.

Ia menuturkan, pembukaan akses jalan itu dibuka kembali agar akses masyarakat dapat lancar.

"Supaya lancar ekonominya, dan bisa dimanfaatkan semuanya oleh masyarakat," tutur dia.

Kusna mengungkapkan, pembukaan akses jalan poros kelurahan itu pun disaksikan langsung oleh komponen masyarakat setempat. Tidak ada penolakan dari masyarakat.

"Alhamdulillah tadi kondusif. Tadi ada pemilik juga ada. Para pemilik juga ada dan tokoh masyarakat RT RW setempat juga ada," ucap dia.

Bila pemilik lahan jalan umum tersebut, ingin menggugat, mencoba untuk menutup akses jalan itu lagi, pihaknya mempersilakan untuk menempuh jalur hukum.

"Kalau ditutup lagi itu harus melalui perjanjian proses hukum dulu. Dan adapun bagi pemilik atau pun yang mengaku tanahnya silakan tempuh jalur hukum, supaya ada kepastian hukum," jelasnya.

Sementara itu, Kabid Produk Penegak Hukum Daerah Satpol PP Kota Serang Tb. Hasanudin menerangkan, sebelum pembukaan Jalan Poros Kelurahan Nyapah itu pihaknya terlebih dahulu mempelajari bukti-bukti surat tanahnya. Setelah itu menggelar rapat gelar perkara di DPRD Kota Serang yang dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kota Serang Roni Alfanto.

Pada saat gelar perkara, dari bidang aset diwakili oleh kabid dan kasinya, kemudian dari DPUPR, dan Satpol PP. Pihak penggugat mengeluarkan bukti-bukti surat. Termasuk akte jual beli yang sudah dijual, dan surat pernyataan untuk beli lahan dan jalan umum.

"Nah di situ ada ia beli tahun 1996 dan ditandatangani tahun 2006. Kalau kita melihat fakta-fakta itu tidak kuat, dan itu udah termasuk di peta jalan lingkungan," terang Hasanudin.

Pihak pemilik lahan meminga ganti rugi atas lahan yang digunakan untuk jalan umum tersebut dengan harga jual sekarang. Karena lokasi jalan tersebut berdekatan dengan pemilik pengusaha kolam renang, pihak pengusaha siap memberikan uang kadeudeuh Rp 10 juta sebagai ganti rugi lahan buat pemilik.

"Tapi pemilik meminta nambah lagi Rp 10 juta, minta nambah lagi Rp 30 juta. Akhirnya dia meminta sesuai dengan harga yang sekarang sekitar Rp 300 ribu permeter kali 28.00 meter," tandasnya. (harir)


 

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook