Khawatir Longsor, Warga Kota Serang dan Cilegon Segel Proyek Makam China

Redaksi   |   Serang Raya  |   Minggu, 18 Oktober 2020 - 18:59:10 WIB   |  dibaca: 203 kali
Khawatir Longsor, Warga Kota Serang dan Cilegon Segel Proyek Makam China

SEGEL PROYEK: Warga Tegal Maja, Desa Sampir, Kecamatan Waringinkurung menyegel proyek pembangunan pemakaman China sebagai bentuk penolakan, Minggu (18/10).

SERANG, BANTEN RAYA - Sejumlah warga Kampung Tegal Maja, Desa Sampir, Kecamatan Waringinkurung menyegel proyek pembangunan pemakaman China di desa mereka. Warga yang memasang spanduk penolakan di lokasi mengaku menolak proyek tersebut karena khawatir akan menyebabkan longsor.

Bahroni, salah seorang warga mengatakan, penyegelan dilakukan karena sampai saat ini belum ada ketegasan dari pemerintah terkait penanganan proyek yang sudah jelas-jelas ditolak warga tersebut. "Hari ini (kemarin-red) kita menyegel proyek pemakaman China karena dengan tegas kita menolak keberadaan proyek ini," ujar Bahroni di sela-sela penyegelan, Minggu (18/10).

Ia menjelaskan, warga sekitar baik yang masuk daerah Kabupaten Serang maupun Kota Cilegon tidak ingin ada dampak lingkungan berupa longsor akibat adanya proyek tersebut. "Ini kan perbukitan dikeruk dan di bawah bukitnya banyak rumah warga. Siapa yang menjamin tidak akan terjadi longsor. Sekarang belum musim hujan, kalau sudah musim hujan bisa saja longsor seperti yang warga khawatirkan," katanya.

Bahroni meminta kepada pemilik proyek pemakaman China tersebut agar tidak lagi melakukan aktivitas pematangan lahan setelah dilakukan penyegelan oleh warga. "Kita menolak bukan berarti kita intoleran tapi kita tidak ingin menerima dampak negatifnya. Di sekitar sini kan sudah banyak pemakaman, masa kampung kita dikelilingi oleh pemakaman. Saya berharap ini tidak dilanjutkan," paparnya.

Maftuhi, warga lain mengungkapkan, pihaknya telah mengirimkan surat penolakan kepada Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum terkait pembangunan pemakaman China tersebut. 

"Langkah penyegelan ini kami lakukan karena belum ada sikap tegas dari pemda. Saya dengar sekarang izinnya sedang diurus. Apakah ini pemda tidak menyalahi tata ruang karena tata ruang di sini bukan untuk pemakaman," ujarnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum mengaku telah menerima surat penolakan tersebut. "Iya benar sudah mengirim (surat penolakan-red) dan sudah saya disposisikan kepada komisi terkait (komisi I-red)," tuturnya. (tanjung/fikri)
 

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook