Mantan Kadishub Banten Cs Dijemur Tiap Pagi di Rutan Pandeglang

Redaksi   |   Pandeglang  |   Senin, 19 Oktober 2020 - 07:14:50 WIB   |  dibaca: 356 kali
Mantan Kadishub Banten Cs Dijemur Tiap Pagi di Rutan Pandeglang

PANDEGLANG, BANTEN RAYA - Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Pandeglang, Jupri, menyatakan, pihaknya mendapatkan empat orang titipan tahanan dari Kejati Banten. Salah satunya adalah mantan Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi (Kadishubkominfo) Banten Revri Aroes.
"Selama satu bulan lebih tahanan ini dititipkan di sini (Rutan Pandeglang-red). Tujuannya untuk pengamanan penyidikan," ungkap Jupri kepada wartawan, akhir pekan kemarin.

Selain Revri Aroes, Rutan Pandeglang juga menjadi tempat penahanan sementara tiga tersangka kasus dugaan korupsi internet desa senilai Rp3,5 miliar, yakni dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Deden Muhammad Haris, pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) proyek Haliludin, dan Direktur CV Sarana Duta Indah (SDI) Muhammad Kholid Gani.
Kepala Rutan juga menyatakan, untuk memastikan keamanan dan kesehatan tahanan terutama memastikan tidak membawa atau menularkan virus Covid-19, pihaknya mengisolasi keempat tahanan tersebut selama 15 hari di ruang Blok Mabinali. "Dalam kurun waktu 15 hari tahanan tidak boleh dibesuk," jelasnya.

Untuk menjaga kebugaran keempat tahan tersebut, pihak rutan mengeluarkan tahanan untuk dijemur saat pagi hari selama satu jam sekitar pukul 08.00-09.00. Setelah itu tahanan dimasukkan kembali ke dalam sel.

"Sebelum masa isolasinya selesai, keempat tahanan tersebut belum bisa digabungkan dengan tahanan lain dalam beraktivitas," jelasnya.

Sekadar informasi, Revri Aroes dan tiga lainnya dijebloskan ke Rutan Kelas IIB Pandeglang pada Selasa (13/10) lalu, atas dugaan korupsi internet desa senilai Rp3,5 miliar oleh penyidik pidana khusus Kejati Banten.
Dalam kasus ini, mereka dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (muhaemin/budi)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook