Cendekia Daarul Muhsinin Siap Cetak Hafidz Quran 30 Juz dalam Satu Tahun

Redaksi   |   Metro Serang  |   Senin, 19 Oktober 2020 - 08:27:54 WIB   |  dibaca: 238 kali
Cendekia Daarul Muhsinin Siap Cetak Hafidz Quran 30 Juz dalam Satu Tahun

SERANG, BANTEN RAYA - Pondok pesantren (Ponpes) Cendekia Daarul Muhsinin siap mencetak generasi penghafal Al Quran yang mutkin. Kepastian ini diketahui saat Walikota Serang Syafrudin meresmikan gedung Ponpes Cendekia Daarul Muhsinin dan Masjid Abdurrahman Al Fatih Serang, di Lingkungan Cibonteng, Kelurahan Lebak Wangi,  Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Sabtu (17/10). Kehadiran Cendekia Daarul Muhsinin menambah daftar Ponpes di Kota Serang.

Ketua Yayasan sekaligus Pimpinan Ponpes Cendekia Daarul Muhsinin KH Deddy Djuandi mengatakan, pihaknya siap mencetak generasi penghafal Al Quran. Karena di pesantrennya fokus pada pembelajaran tahsin dan tahfidz. Bagaimana para santrinya dididik untuk menghafal Al Quran dengan baik dan benar.

"Kalau di kami tidak lagi mengajarkan akhlak ilmu fikih secara formal, tapi kami integrasikan ke dalam sehari-hari, sehingga kami tidak memakan waktu yang terlalu banyak. Insyaallah dalam waktu satu tahun sudah bisa menghafal Alquran 30 juz," ujar Deddy, kepada Banten Raya, usai peresmian.

Mengenai pendidikan formalnya, pihaknya menggunakan belajar paket.

"Jadi anak-anak yang usia SD, SMP, dan SMA kejar paket A,B dan C. Mudah-mudahan dapat dua, hafal 30 juz dan ijazah formal dari diknas," beber dia.

Ia menyebutkan, saat ini jumlah pengajarnya mencapai 12 orang. Tenaga pengajarnya, pihaknya mengambil dari berbagai lulusan dengan persyaratan hafidz dan hafidzoh.

"Syarat utama pengajarnya hafidz dan hafidzoh, menghafal 30 juz dan mutkin paling tidak minimal 15 juz," ucap dia.

Deddy mengungkapkan, saat ini jumlah murid yang mukim itu baru 12 santri. Belasan santrinya itu sudah menyelesaikan hafalan di atas 20 juz. Kemudian, santri yang reguler atau pulang pergi itu berasal dari Kecamatan Walantaka.

"Tapi kami membuka kesempatan seluas-luasnya untuk kaum dhuafa dan yatim piatu, kami berikan beasiswa full. Mereka seluruhnya mendapatkan fasilitas dan lainnya tidak membayar. Dengan syarat juga mereka sudah harus memiliki hafalan minjmal satu juz," terangnya.

Ia menjelaskan, pihaknya menerima santri baru mulai dari usia 13-15 tahun. Untuk murid usia SD hanya diizinkan mengikuti kegiatan belajar secara reguler.

"Anak usia SD reguler boleh silakan tidak masalah. Tapi ya mungkin kematangan usia SD masih kurang, belum mandiri, kita berharap anak-anak lebih mandiri, untuk mengurus dirinya sendiri paling tidak. Sehingga tidak memberatkan kakak-kakaknya," jelas Deddy.

Sementara itu, Walikota Serang Syafrudin mengatakan, kehadiran Ponpes Cendekia Daarul Muhsinin ini menambah ponpes baru di Kota Serang. Ia berharap keberadaan ponpes ini dapat berperan aktif dalam mencerdaskan anak bangsa, minimalnya untuk masyarakat Walantaka.

"Kami atas nama Pemkot Serang mengapresiasi keberadaan ponpes ini, karena keberadaan ponpes ini dapat meningkatkan sumber daya manusia di Kota Serang," ujar Syafrudin.

Ia menilai, sistem pendidikan di ponpes jauh lebih baik dan penuh, ketimbang pendidikan di sekolah formal.

"Yang diajarkan oleh guru-gurunya itu sudah pasti ajaran agama Islam. Bagaiamana cara belajar cara berwudhu yang benar, bagaimana cara solat yang benar. Kalau pendidikan agama Islam anaknya sudah benar, insyaallah bisa menjadi anak soleh dan soleha. Yang nantinya bisa mendoakan untuk orang tuanya," katanya. (harir)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook