H-50, Warga Cilegon Masih Tak Tahu Ada Pilkada 9 Desember

Redaksi   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 20 Oktober 2020 - 08:48:45 WIB   |  dibaca: 234 kali
H-50, Warga Cilegon Masih Tak Tahu Ada Pilkada 9 Desember

CILEGON, BANTEN RAYA - Pilkada Kota Cilegon akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020. Dengan waktu yang tidak lama, atau sekitar tujuh pekan lagi, ternyata ada banyak warga yang tidak mengetahui visi dan misi pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Cilegon. Bahkan mereka tak tahu tanggal pencoblosan atau penyaluran hak suara pesta demokrasi lima tahunan ini.

Warga Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Poniyem (47) mengaku tahu ada pilkada, namun Ia tidak mengetahui tanggal berapa dan bulan apa dilaksanakannya. "Tahu mau ada pemilihan (walikota), tapi tidak tahu tanggalnya," kata penjual nasi rames di Jalan Raya Merak ini saat diwawancara, Senin (19/10).

Poniyem mengaku ingin menyumbangkan suaranya pada Pilkada Cilegon. Namun, Ia juga tidak mengetahui siapa calon yang akan dipilih.

Warga seperti dirinya, juga banyak yang tidak mengetahui nama-nama calon walikota dan wakil walikota Cilegon. 

"Saya tidak tahu calon-calonnya namanya siapa saja, kemarin-kemarin ada spanduknya di depan warung ibu haji siapa itu? Tapi sekarang sudah dicopotin," kata Poniyem.

Disinggung terkait dengan visi-misi paslon walikota dan wakil walikota, Poniyem juga sama sekali tidak mengetahui. 

"Programnya apa juga kita tidak tahu. Harusnya kan calon-calon ini sosialisasi ke masyarakat atau seperti apa, biar masyarakat pada tahu, biar pada milih," katanya.

Doni Bahtera, warga Cibeber juga mengaku tidak tahu program dan visi dan misi paslon. "Visi-misi sama sekali tidak tahu," ungkapnya.

Ketidaktahuan warga seperti dirinya, kata Doni, akibat minimnya sosialisasi yang dilakukan paslon maupun tim suksesnya, dan penyelenggara pilkada. 

Warga Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Afa Sukuan menilai, sosialisasi program visi dan misi pasangan calon minim.

Padahal, Ia juga menjabat sebagai Ketua RT di Kelurahan Gerem. "Saya Ketua RT juga tidak tahu visi dan misi para calon walikota. Spanduk-spanduk pada dicopotin, harusnya bisa di media (massa) juga untuk sosialisasi," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon Irfan Alfi mengatakan, kampanye tatap muka memang dibolehkan oleh KPU, tetapi dibatasi jumlah pesertanya. Namun, paslon walikota Cilegon juga diminta untuk melalukan kampanye secara virtual. "Tatap muka memang terbatas, tetapi kita juga membuka ruang untuk virtual," katanya.

Irfan menjelaskan, KPU Kota Cilegon juga berupaya maksimal untuk menyosialisasikan Pilkada Cilegon yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020. Kita akan maksimalkan dengan APS (alat peraga sosialiasi). "Sosialisasi tahapan pelaksanaan sudah kita lakukan, tapi akan kita gencarkan lagi," ucapnya. (gillang/rahmat)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook