Sekap dan Perkosa Pelajar SMP, Warga Kramatwatu Cuman Divonis 7 Tahun

Redaksi   |   Hukum  |   Rabu, 21 Oktober 2020 - 21:48:52 WIB   |  dibaca: 195 kali
Sekap dan Perkosa Pelajar SMP, Warga Kramatwatu Cuman Divonis 7 Tahun

SERANG, BANTEN RAYA - Kiki Holikah (35), terdakwa kasus penyekapan dan pemerkosaan terhadap pelajar SLTP atau gadis di bawah umur asal Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, divonis 7 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Serang. 

Majelis hakim yang diketuai Guse Prayudi mengatakan, pria asal Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang itu terbukti melanggar pasal 81 ayat (2) Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perppu nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang.

"Menjatuhkan pidana penjara selama 7 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah tetap ditahan. Serta membayar denda Rp800 juta subsider  4 bulan penjara," kata Guse kepada terdakwa disaksikan JPU Kejari Serang Irma dan kuasa hukum terdakwa Sri Murtini, saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu (21/10).

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan JPU. Sebelumnya Kiki dituntut 9 tahun penjara dan terdakwa juga diharuskan membayar denda Rp800 juta subsider 3 bulan penjara tanpa pertimbangan apapun.

"Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa telah merusak masa depan korban. Hal yang meringankan terdakwa berlaku sopan selama menjalani persidangan, belum pernah dihukum, terdakwa tulang punggung keluarga, terdakwa menyesali perbuatannya," jelasnya.

Usai mendengarkan putusan hakim, JPU Kejari Serang Irma dan kuasa hukumnya Sri Murtini menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim tersebut. "Pikir-pikir yang mulia," kata keduanya.

Untuk diketahui, kasus yang terjadi pada Mei 2020 tersebut bermula saat korban meminta izin kepada ibunya untuk main ke rumah temannya. Namun setelah meminta izin, korban tidak kunjung pulang. Keluarga sempat mencarinya, hingga hari ke tujuh, korban pulang dengan sendirinya.

Setelah kembali ke rumahnya, korban kemudian mengaku kepada orangtuanya bahwa selama satu pekan di rumah pelaku. Siswi SLTP di Kecamatan Pabuaran itu mengaku disetubuhi oleh pelaku sebanyak 10 kali di rumah pelaku di wilayah Kramatwatu, Kabupaten Serang.

Tidak terima dengan perbuatan pelaku, keluarga melaporkan kejadian itu di Mapolres Serang Kota. Tidak menunggu lama, setelah mendapatkan laporan dari keluarga, unit PPA langsung melakukan pengejaran terhadap KA di rumahnya dan berhasil diamankan. (darjat/rahmat)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook