Siap-siap Mutasi Lagi, Pemprov Utak-atik Jabatan Eselon III dan IV

Redaksi   |   Metro Serang  |   Kamis, 22 Oktober 2020 - 11:36:16 WIB   |  dibaca: 233 kali
Siap-siap Mutasi Lagi, Pemprov Utak-atik Jabatan Eselon III dan IV

SERANG, BANTEN RAYA- Pemprov Banten kembali mengutak-atik posisi pejabat eselon III dan IV di lingkup kerjanya. Hal tersebut dilakukan untuk melakukan penempatan posisi baru terhadap tujuh pejabat yang kehilangan jabatan. Mereka terdampak dari adanya perubahan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) pada Sekretariat Daerah (Setda).

Seperti diketahui, pemprov telah melakukan perombakan SOTK dengan memangkas jumlah biro dari sembilan menjadi tujuh. 

Adapun susunan biro terbaru terdiri atas Biro Pemerintahan dan Kesra, Biro Hukum, Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan. Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Biro Administrasi Pimpinan, Biro Umum dan Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi. Pekan lalu, lima pejabat eselon II dilantik dan dikukuhkan menjadi kepala biro di Setda.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Komarudin mengatakan, setelah pengesahan dan pelaksanaan SOTK baru maka pihaknya akan menindaklanjuti dengan melakukan pelantikan dan pengukuhan terhadap pejabat di bawah eselon II. Kegiatan tersebut akan dilakukan secepatnya. Sesegera mungkin, ujar Komarudin, Rabu (21/10).

Komarudin menuturkan, dengan adanya penguragan dari sembilan menjadi tujuh biro maka ada tujuh pejabat eselon III dan IV yang akan kehilangan jabatan. Secara hitungan sebenarnya total ada 23 jabatan yang hilang, akan tetapi ada 16 jabatan yang masih kosog sehingga sebagian bisa diisi.

"Karena ada 16 jabatan yang kosong maka ada tujuh orang yang nanti akan kehilangan jabatan," katanya.

Jika masih bertahan di Biro Setda Provinsi Banten, kata dia, sudah barang tentu ketujuhnya tidak akan mendapatkan jabatan. Oleh karena itu, pihaknya akan menyalurkannya ke organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Kecuali disalurkan ke tempat lain (OPD). Makanya kami akan carikan posisinya yang sesuai, ungkapnya.

Lebih lanjut dipaparkan Komarudin, apabila melihat dari sisi aturan, seorang pejabat bisa kehilangan jabatan kalau dampak perubahan organisasi. Namun, pihaknya berupaya agar tidak ada yang kehilangan jabatan dengan dilakukan penempatan. Meski demikian, pihaknya akan mencarikan tempat yang kosong bagi tujuh pejabat tersebut.

"Dari pelantikan eselon III beberapa waktu lalu ada 25 jabatan eselon IV yang kosong lantaran pejabatnya promosi," tuturnya.

Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Banten mengatakan, SOTK baru telah ditetapkan dan diundangkan yang dituangkan dalam sebuah peraturan gubernur (pergub) belum lama ini. "Sudah (diundangkan), pergub nomor 27 tahun 2020," ujarnya. (dewa/rahmat)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook