Damkar Cilegon Kebanjiran Laporan Sarang Tawon 

Redaksi   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 22 Oktober 2020 - 21:27:26 WIB   |  dibaca: 405 kali
Damkar Cilegon Kebanjiran Laporan Sarang Tawon 

CILEGON, BANTEN RAYA - Pada tahun 2020, pelayanan penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon naik drastis dibandingkan 2019. Di sisi lain, jumlah penanganan pemadaman kebakaran di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut turun signifikan.

Data dari DPKP Kota Cilegon, pelayanan penyelamatan terhadap masyarakat naik sekitar 350 persen. Jika di 2019 pelayanan penyelamatan tercatat 12 kejadian, pada tahun ini hingga Oktober 2020 DPKP mencatat sebanyak 41 permintaan penyelamatan datang dari masyarakat Kota Cilegon.

Data kebakaran pada 2019, DPKP Kota Cilegon mencatat telah menangani 171 kejadian kebakaran. Sementara tahun ini hingga Oktober 2020, kejadian kebakaran turun sekitar 70 persen atau 41 kejadian.

Kepala DPKP Kota Cilegon Nikmatullah mengatakan, dinasnya mulai sering menerima permintaan penyelamatan dari masyarakat Kota Cilegon. Paling mendominasi adalah evakuasi hewan jenis tawon, dimana sarang tawon besar banyak bersarang di area permukiman. “Pada 2019, permintaan evakuasi sarang tawon memang banyak. Tahun ini lebih banyak lagi, warga yang merasa terganggu oleh tawon langsung menghubungi kantor kami di call center 113,” kata Nikmat saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/10).

Menurut Nikmat, naiknya jumlah permintaan penyelamatan lantaran warga mulai menyadari akan fungsi Bidang Penyelamatan pada DPKP Kota Cilegon. Oleh karena itu, kasus penyelamatan semakin bervariasi. “Sepertinya kiprah penyelamatan kami tahun lalu mulai tersebar dari mulut ke mulut. Jadinya tidak hanya evakuasi hewan, ada kucing terkurung dalam mobil hingga tangan warga masuk lubang kloset pun, mereka teleponnya ke kami,” ungkapnya.

Sementara terkait penurunan jumlah kasus kebakaran, Nikmat menjelaskan, ini buah hasil gencarnya sosialisasi pencegahan kebakaran. Sebab pihaknya telah melakukan hal tersebut, pasca tingginya kasus kebakaran pada 2019. “Tahun lalu kan jumlah kebakaran betul-betul tinggi. Maka itu, kami gencar melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran. Lebih baik mencegah daripada memadamkan api,” tuturnya.

Tahun ini, kata Nikmat, kerugian akibat kebakaran mencapai Rp1,2 miliar. Pada tahun lalu kerugian akibat kebakaran Rp 8,3 miliar. "Kerugian akibat kebakaran turun signifikan sekitar Rp 7 miliar," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyelamatan DPKP Kota Cilegon Ipan Zainudin mengatakan, tingkat kepercayaan masyarakat kepada dinas terus meningkat. Inilah yang membuat fungsi bidang penyelamatan ikut meningkat. 

“Selain karena masyarakat mulai tahu seperti apa tupoksi bidang penyelamatan, mereka pun percaya dengan pelayanan kami. Sehingga jumlah permintaan penyelamatan semakin meningkat. Jangankan kucing terjebak, cincin nyangkut di jari saja yang ditelepon kantor kami. Biasanya kan tidak,” ucapnya. (gillang)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook