Dokternya Positif Covid-19, Puskesmas Kramatwatu Ditutup

Redaksi   |   Kesehatan  |   Jumat, 23 Oktober 2020 - 12:47:00 WIB   |  dibaca: 493 kali
Dokternya Positif Covid-19, Puskesmas Kramatwatu Ditutup

SERANG, BANTEN RAYA - Puskesmas Kramatwatu ditutup selama empat hari mulai Kamis (22/10) sampai Minggu (25/10). Penutupan dilakukan untuk sterilisasi setelah salah seorang dokter dan tim tracking di Puskesmas tersebut dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan pemeriksaan swab (polymerase chain reaction).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Agus Sukmayadi mengatakan, penutupan Puskesmas Kramatwatu dilakukan untuk sterilisasi ruang-ruang puskesmas sesuai prosedur tetap (protap) jika ada tenaga kesehatan (Nakes) yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Iya benar ada dokter di Puskesmas Kramatwatu terkonfirmasi positif dan kebetulan memang tim tracing juga terkonfirmasi postif Covid-19. Jadi untuk tiga sampai empat hari ke depan dilakukan penutupan," ujar Agus saat ditemui di gedung DPRD Kabupaten Serang, Jumat (23/10).

Ia mengungkapkan, mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut diketahui pada Kamis (22/10) setelah mereka dilakukan swab PCR beberapa hari sebelumnya. "Semua OTG (orang tanpa gejala) dan yang bersangkutan langsung melakukan isolasi mandiri," katanya.

Agus menuturkan, saat ini tim tracking sedang melakukan pelacakan terhadap tenaga kesehatan lainnya yang ada kontak langsung dengan tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut. "Sekarang sedang dilakukan swab PCR," ungkapnya.

Sedangkan untuk pelayanan kesehatan sendiri, Agus memastikan pelayanan bagi masyarakat Kecamatan Kramatwatu tetap berjalan dan sementara dipindahkan ke Puskesmas Waringinkurung. "Pelayanan tetap berjalan," katanya.

Untuk mengantisipasi penuluran Covid-19 terhadap para tenaga kesehatan, para tenaga kesehatan rutin dilakukan pemeriksaan swab PCR secara berkala setiap 14 hari sekali.

"Beberapa puskesmas juga tenaga kesehatannya terkonfirmasi positif seperti Puskesmas Tirtayasa, Pontang, Pabuaran, Binuang, dan Puskesmas Cikande. Mudah-mudahan dengan nanti diberikannya vaksin kepada tenaga kesehatan bisa mengurangi penularan terhadap mereka," ujarnya. (tanjung/fikri)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook