Bandar Narkoba di Kota Serang asal Pakistan Positif Covid-19

Redaksi   |   Metro Serang  |   Sabtu, 24 Oktober 2020 - 10:25:59 WIB   |  dibaca: 164 kali
Bandar Narkoba di Kota Serang asal Pakistan Positif Covid-19

SERANG, BANTEN RAYA- Bashir Ahmed, bandar 821 kilogram sabu asal Pakistan yang ditangkap di Jalan Raya Takari, Lingkungan Kepandean Got, Kelurahan Taktakan, Kecamatan Taktakan, Kota Serang pada April 2020 lalu dinyatakan positif Covid-19. 

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang Yogi Wahyu Buana S mengatakan, terdakwa kasus narkoba yang ditangani Bareskrim Polri, seharusnya sudah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Serang. Namun satu dari dua terdakwa terpapar virus korona. 


"Terdakwanya dua, Bashir dan Adel. Seharusnya kemarin (Kamis) sudah menjalani sidang perdana, agendanya pembacaan dakwaan. Tapi tidak jadi karena Bashir positif korona," katanya kepada Banten Raya, Jumat (23/10). 


Menurut Yogi, dalam persidangan kedua bandar narkoba tersebut harus didampingi penerjemah. Sebab keduanya tidak fasih dalam berbahasa Indonesia. 

"Penerjemahnya tidak mau mendampingi, setelah mengetahui terdakwanya positif covid. Padahal alat-alat untuk persidangan online sudah disiapkan," ujarnya. 


Yogi menambahkan, rencananya kedua terdakwa akan dilakukan pemeriksaan swab ulang. Saat ini WNA asal Pakistan tersebut tengah menjalani isolasi di Mabes Polri. 

"Untuk sidang kita masih menunggu hasil swab. Masih di isolasi," tambahnya. 


Sebelumnya, Kepala Rutan Kelas IIB Serang Aliandra Harahap menolak kedua WNA tersangka kasus narkoba untuk dititipkan di Rutan Serang lantaran keduanya tidak melengkapi persyaratan yang diberlakukan Rutan pada masa pandemi. 

"Sudah dibawa ke Rutan Serang, tapi kita belum bisa menerima karna belum disertakan surat keterangan medis bebas Covid-19," katanya. 


Untuk diketahui, Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Bareskrim Mabes Polri menggerebek gudang penyimpanan narkoba jenis sabu di salah satu ruko di Jalan Raya Takari, Lingkungan Kepandean Got, Kelurahan Taktakan, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Jumat (22/5) malam. Dari hasil operasi itu, polisi mengamankan 821 kilogram narkoba jenis sabu. 

Pengungkapan itu merupakan bagian dari rentetan ungkapan pada Januari. 
Dimana pihaknya berhasil mengungkap 288 kilogram sabu dan mengamankan 3 orang tersangka. Dari situ pihaknya melakukan pengembangan dan berhasil mendapatkan informasi terkait jaringan Timur Tengah akan melakukan transaksi kembali. 

Bashir Ahmed dan Adel masuk ke Jakarta dari tahun 2011, sudah sering masuk ke Indonesia dan pelaku menjual rempah-rempah dan selalu berpindah-pindah ke beberapa kota antara lain Surabaya-Jakarta, dan pelaku biasanya tinggal di apartemen sewa. 

Kedua tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Mereka diduga melanggar pasal 132 Undang-undang (UU) nomor 25 tahun 2009 tentang narkotika, subsider pasal 114 UU narkotika. (darjat/rahmat)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook