Sempat Adu Mulut, Pemkab Serang Segel Tujuh Diskotek di Jalan Lingkar Selatan 

Redaksi   |   Hukum  |   Sabtu, 24 Oktober 2020 - 11:54:58 WIB   |  dibaca: 889 kali
Sempat Adu Mulut, Pemkab Serang Segel Tujuh Diskotek di Jalan Lingkar Selatan 

SEGEL THM: Asda I Pemkab Serang Nanang Supriatna (kanan) bersama Satpol PP menyegel THM di JLS, Sabtu dini hari (24/10).

SERANG, BANTEN RAYA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang yang dipimpin langsung Asda I Bidang Administrasi Pemerintahan Nana Supriatna menyegel tujuh tempat hiburan malam (THM) di Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang masuk wilayah Kabupaten Serang.

Penyegelan dilakukan selain karena adanya desakan dari warga sekitar JLS agar THM tersebut digusur, juga karena THM tersebut tidak memiliki izin dan beberapa lainnya menyalahi izin restoran.

"Iya semalam dari pukul 00.00 WIB sampai pukul 02.30 WIB kita menyegel tujuh tempat hiburan malam," ujar Nanang, Sabtu (24/10).

Tujuh THM yang disegel tersebut di antaranya Alexxa, New Roger, Kuda Laut, dan THM yang berada di dalam Danau Mas Resto. "Untuk yang Danau Mas hanya tempat hiburan malamnya saja enggak keseluruhan. Penyegelan perintah langsung dari Pak Pjs bupati (Ade Ariyanto-red) dan kita dibantu oleh pihak TNI-Polri, Denpom, Satpol PP Provinsi dan masyarakat dari Aliansi Gebrak," katanya.

Mantan Camat Waringikurung itu mengungkapkan, petugas sempat adu mulut dengan sejumlah orang yang diduga keamanan THM saat akan menyegel New Roger. Namun akhirnya petugas berhasil menyegel THM yang paling membandel tersebut. 

"Setelah disegel pemiliknya kita perintahkan untuk datang ke Satpol PP agar membuat pernyataan penutupan permanen," tuturnya.

Nanang menegaskan, jika pemilik THM atau siapapun yang merusak segel yang telah dipasang tersebut akan dibawa ke ranah hukum dan akan dipidanakan.

"Petugas Satpol PP, Camat, dan kepala desa setempat bersama warga sekitar akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan THM tidak beroperasi," paparnya.

Ia mengungkapkan, saat operasi beberapa THM yang disegel dalam keadaan kosong karena diduga sudah bocor sebelum kegiatan penyegelan dilakukan. 

"Enggak ada yang diamankan soalnya beberapa tempat hiburan malam pada enggak buka. Ya biasanya begitu lah (diduga bocor duluan-red)," katanya. (tanjung)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook