Melihat Jejak Perdagangan Kesultanan Banten pada Keramik dan Koin di Museum Banten Lama

Redaksi   |   Metro Serang  |   Minggu, 25 Oktober 2020 - 07:00:09 WIB   |  dibaca: 205 kali
Melihat Jejak Perdagangan Kesultanan Banten pada Keramik dan Koin di Museum Banten Lama

SERANG, BANTEN RAYA - Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama menyimpan benda-benda tinggalan bersejarah Kerajaan Banten masa lalu. Namun, tidak seperti umumnya museum yang menjelaskan periodesasi wilayah Banten dari masa pra sejarah sampai masa kolonial. 

Museum yang berdiri 15 Juli 1985 ini tidak menampilkan pameran benda-benda sejarah berdasarkan waktu dari prasejarah sampai dengan masa kolonial. Di museum ini yang diangkat adalah tema perdagangan, berupa komoditas yang diperdagangkan dan alat tukar yang digunakan pada masa Kesultanan Banten. Komoditas yang diperdagangkan yaitu gerabah dan keramik. Sementara alat tukarnya adalah mata uang. 


Ketika melewati pintu masuk museum, pengunjung langsung disuguhi dua gerabah berukuran besar setinggi orang dewasa. Gerabah sebelah kiri berbentuk gentong merupakan tempat menyimpan air. Sementara gerabah sebelah kanan dengan banyak hiasan diduga merupakan hiasan Istana Surosowan yang merupakan kediaman Sultan Banten. 

Menurut Siti Rohani, Kurator Koleksi Museum pada Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, pada abad ke-16 dan ke-17 Banten merupakan produsen gerabah. Panjungan atau tempat membuat gerabah di Banten kala itu berada di bagian timur Karangantu. Gerabah yang dihasilkan Banten tidak hanya dijual untuk pasar lokal Banten tetapi juga ke daerah lain seperti Trowulan bahkan Eropa. Gerabah Banten mempunyai motif 75 macam. Saat ini motif-motif itu dipakai untuk motif Batik Banten yang dibuat Uke Kurniawan. 

Koleksi keramik yang ada di Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama adalah Keramik buatan Cina. Keramik Cina adalah keramik terbaik karena memiliki warna yang bisa bertahan sampai ratusan tahun. Warna pada keramik Cina juga lebih cerah dibandingkan dengan keramik dari negara lain. 

Ada juga keramik buatan Eropa, beberapa di antaranya adalah Batavianware. Keramik Eropa lebih mudah dikenali karena pada bagian dasar keramik ada stempel yang berisi penjelasan perusahaan pembuatnya dan di mana diproduksi. 

Ada pula keramik yang berasal dari Jepang yang disebut Hizenware. Kala itu Jepang memiliki hubungan dagang yang baik dengan Banten sehingga banyak peninggalan Jepang di Kesultanan Banten. 

Perbedaan lain keramik dari Eropa dibandingkan dengan keramik Cina selain stempel di dasar keramik yaitu keramik buatan Eropa memiliki warna yang lebih gelap dibading keramik Cina atau Jepang. Sebab keramik Eropa dibuat menggunakan tanah liat putih dan tidak menggunakan zat khusus agar warna keramik lebih cerah dan tahan lama. 

Selain keramik, ada juga timbangan dan mata uang yang digunakan sebagai alat jual beli. Terdapat timbangan berbahan logam yang dibuat VOC tahun 1627. Sementara uang logam banyak koleksi koin atau mata uang logam Cina. 

Sebagian besar koleksi koin berasal dari dinasti Song Utara tahun 960-1127 masehi. Koin lain dari Dinasti Tang tahun 621-960 masehi, dan Dinasti Song Selatan tahun 1127-1279 masehi. Koin dari Dinasti Ming didominasi koin berenkripsi Yong-Le-Tong-Bao tahun 1403-1424 masehi. Ada juga koin Dinasti Qing yang berenkripsi Yong-Zheng-Tong-Bao tahun 1723-1735 masehi. 

Koleksi koin lain adalah koin Banten yang diduga dibuat pada masa Sultan Banten ketiga yaitu Maulana Humammad, koin Nederlandsch Indie (Hindia Belanda), dan koin VOC. 

Pada masa lalu, konon kion Cina inilah yang menjadi alat tukar perdagangan internasional. 

Jam Buka Museum 
Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama sebenarnya buka dari Selasa sampai Minggu, sementara hari Senin libur. Namun, saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, operasional museum hanya buka pada Selasa sampai Jumat. Sementara Sabtu, Minggu, dan Senin libur. Saat ini, masuk museum masih gratis. 

Lokasi Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama sangat mudah dijangkau. Bagi yang pernah berkunjung ke Banten Lama pasti pernah melihatnya. Letaknya berada d halaman bagian utara situs Keraton Surosowan, tidak jauh dari Menara Masjid Banten Lama. Bila masuk dari gerbang utama, lokasinya sebelum menara. Persis di sebelah kanan jalan. Saking dekatnya, dari halaman muesum Menara Banten Lama akan jelas terlihat. (tohir)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook