Warga Banten yang Tak Mau Divaksin Covid-19 Bakal Kena Sanksi

Redaksi   |   Kesehatan  |   Selasa, 27 Oktober 2020 - 09:00:11 WIB   |  dibaca: 275 kali
Warga Banten yang Tak Mau Divaksin Covid-19 Bakal Kena Sanksi

SERANG, BANTEN RAYA - Pemprov Banten mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan dan Penanganan Covid-19 ke DPRD Provinsi Banten. Salah satu yang diatur dalam calon produk hukum daerah itu adalah sanksi bagi mereka yang anti swab dan vaksin.


Sepeti diketahui, Banten mendapatkan jatah vaksin dari pemerintah pusat yang diperuntukkan bagi 8.131.798 warga sasaran. Tahap pertama distribusi vaksin akan dilakukan pada awal Desember mendatang.


Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Banten Agus Mintono mengatakan, Pemprov Banten telah mengajukan sebuah raperda berkaitan dengan penanganan Covid-19 kepada DPRD Banten. Raperda itu akan menjadi penguat pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru atau protokol kesehatan penanganan pandemi Covid-19 di Banten. 


"Iya (ada rencana pengajuan raperda). (Tujuannya) untuk lebih menguatkan terkait ada sanksi denda dan administratif," ujarnya melalui aplikasi whatsapp messenger, kemarin.


Ia tak membantah saat disinggung adanya pengenaan sanksi seperti yang tertuang Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 45 Tahun 2020 ke dalam raperda tersebut. Respon serupa juga diberikan ketika ditanya adanya sanksi kepada warga yang anti terhadap tes usap atau swab dan vaksin. "Iya siapa saja melanggar protokol kesehatan dan penanganan Covid-19," katanya.


Soal sanksi yang akan diberikan bagi anti swab dan vaksin, Agus belum bisa mengungkapkannya. Sebab, hal itu akan menjadi bahan pembahasan Pemprov Banten dengan DPRD saat proses penyusunan raperda. "Berbeda, nanti dibahas bersama DPRD," ungkapnya.


Terpisah, Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni membenarkan, Pemprov Banten telah mengajukan Raperda tentang Pencegahan dan Penanganan Covid-19. Kini, prosesnya sudah sampai di Badan Pembentukkan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Banten. "Sudah di Bapemperda," tuturnya. (dewa)

 

 

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook