Hindari Sanksi, Petugas Panitia Pemungutan Suara Wajib Rahasiakan Ini dari Istrinya

Redaksi   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 28 Oktober 2020 - 05:57:00 WIB   |  dibaca: 269 kali
Hindari Sanksi, Petugas Panitia Pemungutan Suara Wajib Rahasiakan Ini dari Istrinya

CILEGON, BANTEN RAYA - Penyelenggara Pemilu tingkat adhoc baik Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) diminta benar-benar netral. Bahkan, kemana pilihannya disalurkan juga harus dirahasiakan, termasuk kepada pasangan baik istri maupun suami.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Divisi Wilayah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten Eka Satya Laksmana saat memberikan materi dalam bimbingan teknis kode etik penyelenggara.

Menurut Eka, rahasia dukungan harus benar-benar tidak diketahui siapapun, termasuk kepada pasangan. Sebab, jika disampaikan maka potensi pelanggaran etik tersebut sudah terjadi.

"Iya kalau istri (pasangan) tidak cerita!, kalau cerita maka berbahaya dan artinya ada kecenderungan mendukung (melanggar kode etik). Bahkan kadang soal warna saja bisa jadi masalah," katanya disela materi.

Eka menyatakan, sebagai penyelanggara penting untuk tetap netral dalam pelaksanaan. Sebab, netralitas dan kode etik itu ada di 12 pedoman penyelanggaran yang harus dilaksanakan.

"Semua yang ada di pedoman penyelenggaraan sebanyak 12 hal harus diikuti, jangan sampai ada yang melakukan pelanggaran. Jangan ada yang masuk angin," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Cilegon Siswandi mengungkapkan, sebanyak 5 penyelenggara adhoc di Kota Cilegon sudah diproses. Karena adanya dugaan pelanggaran kode etik. Hal tersebut tentunya menjadi perhatian khusus, sehingga KPU bisa terus mengingatkan.

"Banyak juga ada 5 penyelenggara yang diproses dugaan pelanggaran. Ini karena mereka minim pengetahuan dan pemahaman," pungkasnya. (Uri)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook