Warga Cihideung Minta Pembongkaran Gedung Eks MAN 2 Pandeglang Dihentikan

Redaksi   |   Pandeglang  |   Rabu, 28 Oktober 2020 - 11:24:55 WIB   |  dibaca: 318 kali
Warga Cihideung Minta Pembongkaran Gedung Eks MAN 2 Pandeglang Dihentikan

PANDEGLANG, BANTEN RAYA  - Warga Kampung Cihideung, Desa Batubantar, Kecamatan Cimanuk, mempertanyakan dengan adanya pembongkaran eks Gedung MAN 2 Pandeglang di Jalan Raya Labuan, Cihideung atau dekat dengan dengan Pasar Batubantar, Rabu (28/10).

Pasalnya, pembongkaran itu dinilai menyinggung warga dan sesepuh kampung setempat sebagai pihak yang mewakafkan sebagian lahan dan bangunan untuk pendidikan yang dalam perjalannya pernah digunakan oleh PGA Pandeglang tahun 70 an dan oleh MAN 2 Pandeglang sejak tahun 1980 an. MAN 2 Pandeglang saat ini sudah pindah ke Kampung Cigunung, desa/kecamatan setempat setahun lalu.

Pantauan di lapangan Rabu (28/10/2020) eks MAN 2 Pandeglang sudah dipenuhi semak belukar. Namun hampir sebagian genting bangunan sudah diturunkan. Penurunan genting ini juga nenyebabkan plafon dan internit  serta kramik lantai bangunan rusak tertimpa material. Informasi yang beredar, bangunan ini akan dibongkar oleh pihak MAN 2 Pandeglang.

Tokoh pemuda Kampung Cihideung Adi Wijaya Kusuma mengatakan, warga menyayangkan dengan akan dibongkarkanya eks gedung MAN 2. "Secara spontan warga sempat datang ke MAN 2 saat melihat ada pihak yang menurunkan genting. Pihak itu ngakunya diperintah pengelola MAN 2. Sejarah bangunan MAN 2 ini panjang dan warga kami sudah paham. Makanya kami protes pembongkaran itu," jelas Adi.

Adi menjelaskan, bangunan MAN 2 Pandeglang berdiri di atas lahan wakaf milik warga Cihideung yang diwakafkan oleh kasepuhan dan pengelolaannya saat ini dilakukan Yayasan Al-Mujahidin. Katanya, lahan wakaf itu diizinkan penggunaannya  oleh PGA Pandeglang sekitar tahun 70 an.  Lahan wakaf itu, kata Adi, seluas 2.020 m3 plus bangunan. "Wakaf lahan dan bangunan sebagai bentuk dukungan warga kami terhadap kemajuan pendidikan di Pandeglang. Selama ini warga tidak pernah meminta uang sewa atau apapun termasuk kepada pihak MAN 2 yang mengisi gedung," jelasnya.

Adi menyatakan, warga Cihideung menginginkan pihak MAN atau Kemenag segera menyerahkan bangunan  kepada warga dalan keadaan utuh atau tidak dibongkar. "Saat ini eks MAN 2 Pandeglang kosong dan kami ingin memanfaatkannya untuk kepentingan pendidikan sebagaimana cita-cita pihak yang mewakafkan lahan. Kami siap mengikuti mekanisme yang berlaku untuk memanfaatkan bangunan itu," kata Adi.

Nazir Kampung Cihideung Tb Udi Mashudi menyatakan, pembongkaran eks bangunan MAN 2 tidak sesuai komitmen. "Mereka (MAN 2) kan hanya dapat izin dari warga menggunakan lahan dan sebagian bangunan untuk pendidikan. Kalau sekarang gedung itu sudah dikosongkan pengguna ya kembalikan lagi ke warga sesuai komitmen awal. Sebenarnya kami sudah mencoba memohon mengembalikan wakaf itu sesuai aturan namun selalu buntu sampai ada kejadian pembongkaran gedung. Kami ingin ada berkas pengembalian yang sah agar semuanya enak," katanya.

Salah satu tokoh warga Cihedung Aat Surya Syafaat menilai kekecewaan warga atas pembongkaran eks MAN 2 cukup beralasan. Namun Aat juga meminta persoalan ini diselesaikan dengan kepala dingin. "Pihak pengelola MAN 2 statusnya sebatas pengelola atas izin warga. Karena sekarang MAN 2 sudah pindah, sebaiknya bangunan dihibahkan ke warga untuk kepentingan pendidikan. Kami harapkan pihak terkait memperbaiki komunikasi dengan warga," kata Aat yang juga mantan Direktur LKBN Aantara New York ini.

Aat menambahkan, di eks MAN 2 memang ada sedikit persoalan yakni lahan yang ditukar guling. Namun kata wartawan senior ini hal tersebut bisa dibicarakan dengan baik-baik. " Sangat wajar kalau pihak Kemenag menghibahkannya untuk kepentingan pendidikan warga Cihideung, karena pihak MAN sudah memanfaatkan lahan wakaf itu selama bertahun-tahun tanpa membayar sewa, kecuali mereka memberikan sumbangan untuk pembagunan Masjid Al-Mujahidin Cihideung beberapa tahun yang lalu," pungkasnya.(muhaemin/budi)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook