Zona Status Covid-19 Berangsur Turun

Redaksi   |   Kesehatan  |   Selasa, 10 November 2020 - 22:13:52 WIB   |  dibaca: 294 kali
Zona Status Covid-19 Berangsur Turun

SERANG, BANTEN RAYA- Status zona penyebaran Covid-19 di Banten berangsur turun. Dua daerah yaitu Kabupaten Pandeglang dan Tangerang telah memasuki zona kuning sejak Senin (9/11). Meski demikian, jumlah kasus konfirmasi baru masih terus bermunculan setiap harinya.  
Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengatakan, turunnya zona status penyebaran Covid-19 di Banten lantaran tingkat kesadaran masyarakat terhadap pandemi virus korona terus meningkat. Selain itu, pemerintah daerah juga sudah semakin baik dalam penanganannya.
"Bagus. Penelusuran yang terkena dan terpapar melakukan tracing, tracking (pelacakan) maupun swab," ujarnya kepada awak media usai menghadairi acara serah terima kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Banten di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Banten, Kota Serang, Selasa (10/11).
WH menuturkan, penelusuran dan pelacakan lalu melakukan swab menjadi salah satu faktor dapat ditekannya penyebaran Covid-19. Bahkan, jumlah sampel swab di Banten telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO).
"Kalau diswab hasilnya (zona status turun ke) kuning ya bagus berarti. Itu yang dikehendaki WHO dan standar-standar internasional. Berarti semakin terjaga," katanya. 
Ia tak menampik, meski mulai memasuki zona kuning namun masih terdapat kasus baru yang muncul setiap harinya. Hal itu terjadi karena makin banyak masyarakat yang melakukan tes swab dan segera dilakukan penanagnan agar tidak menyebar.
"Tapi dari hasil swab itu banyak yang sembuh juga. Ini kan trennya positif, positif dalam artian lebih bagus. Dari pada dia misalnya enggak diswab keliaran. (Di Banten) swab kena positif langsung ditindaklanjuti. Bagus berarti, kecuali enggak diswab kita (jadi zona) kuning ya percuma," ungkapnya. 
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, hingga 7 November capaian tes swab di Banten telah mencapai 217.208 jiwa atau telah mencapai 174,2 persen dari target 124,685 jiwa. Dari jumlah sampel tersebut 212.685 diantaranya telah menunjukkan hasil tes laboratorium. “Jumlah kasus positifnya 9.826 orang atau 4,57 persen per 7 November,” tuturnya.
Mantan Direktur Utama RSUD Kota Tangerang itu mengungkapkan, harapan yang diinginkan Pemprov Banten yang sejalan dengan harapan pemerintah nasional. Penyebaran kasus Covid-19 harus bisa sampai kembali ke zona hijau atau dengan resiko rendah.
"Oleh karenanya untuk bisa memercepat pemutusan rantai penularan Covid-19 di Banten maka gubernur terus memerpanjang (PSBB). Itu sampai mungkin zona oranye atau juga zona hijau ketika berhenti PSBB," ujarnya.
Lebih lanjut dipaparkannya, meski ada pembatasan namun PSBB yang diterapkan di Banten bukan berupa lockdown atau karantina wilayah. Artinya, melakukan pembatasan dimana semua tidak ada yang bergerak. PSBB di Banten tetap dengan berbagai pelonggaran karena pemulihan sektor ekonomi dan lainnya juga harus dilakukan.
"Oleh karenannya pelonggaran itu terkait dengan sektor yang dibutuhkan dalam pemulihan ekonomi. Dilakukan tentunya dengan selalu memerketat protokol keesehatan yang ada," tuturnya. 
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun dari situs infocorona.bantenprov.go.id, jumlah kasus konfirmasi Covid-19 di Provinsi Banten hingga 10 November terdapat 10.214. Angka itu naik 109 kasus dibanding hari sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 1.340 masih dirawat, 8.554 sembuh dan 320 meninggal.
Adapun rinciannya terdiri atas Kota Tangerang dengan 2.063 sembuh, 237 masih dirawat dan 70 meninggal. Kota Tangerang Selatan 1.631 sembuh, 216 masih dirawat dan 89 meninggal. Kabupaten Tangerang 2.905 sembuh, 190 masih dirawat dan 69 meninggal. Kabupaten Lebak 190 sembuh, 110 masih dirawat dan 14 meninggal.
Kota Cilegon 819 sembuh, 74 masih dirawat dan 29 meninggal. Kota Serang 295 sembuh, 265 masih dirawat dan 18 meninggal. Kabupaten Serang 448 sembuh, 207 masih dirawat dan 21 meninggal. Terakhir di Kabupaten Pandeglang 203 sembuh, 41 masih dirawat dan 10 meninggal.
Selanjutnya, Kabupaten Pandeglang dan Pandeglang masuk zona kuning. Sementara enam daerah lainnya berstatus zona oranye atau dengan tingkat risiko sedang. (dewa) 

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook