Zona Mereda, Kasus Baru Masih Kencang

Redaksi   |   Kesehatan  |   Senin, 16 November 2020 - 08:53:50 WIB   |  dibaca: 126 kali
Zona Mereda, Kasus Baru Masih Kencang

SERANG, BANTEN RAYA - Zona status penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten mulai turun. Kabupaten Pandeglang dan Tangerang kini berada di zona kuning per 9 November. Akan tetapi selepas itu, kasus terkonfirmasi baru di Banten belum mereda. Per harinya, tak kurang dari 100 kasus baru muncul.

Informasi yang dihimpun dari situs infocorona.bantenprov.go.id, saat dua daerah masuk zona kuning kasus baru Covid-19 yang muncul dan tercatat oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten hanya ada 55. Akan tetapi, selanjutnya ada 109 kasus terkonfirmasi Covid-19 baru pada 10 November. Selanjutnya ada 100 kasus baru di 11 November, 111 kasus baru pada 12 November 163 kasus baru pada 13 November dan 159 pada kasus baru pada 14 November. 

Terakhir, jumlah kasus konfirmasi Covid-19 di Provinsi Banten hingga 15 November terdapat 10.919. Angka itu naik 172 kasus dibanding hari sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 1.604 masih dirawat, 8.983 sembuh dan 332 meninggal.

Adapun rinciannya terdiri atas Kota Tangerang dengan 2.152 sembuh, 250 masih dirawat dan 71 meninggal. Kota Tangerang Selatan 1.797 sembuh, 250 masih dirawat dan 94 meninggal. Kabupaten Tangerang 2.972 sembuh, 311 masih dirawat dan 71 meninggal. Kabupaten Lebak 193 sembuh, 122 masih dirawat dan 15 meninggal.

Kota Cilegon 867 sembuh, 90 masih dirawat dan 30 meninggal. Kota Serang 309 sembuh, 301 masih dirawat dan 18 meninggal. Kabupaten Serang 476 sembuh, 234 masih dirawat dan 22 meninggal. Terakhir di Kabupaten Pandeglang 217 sembuh, 46 masih dirawat dan 11 meninggal.

Selanjutnya, Kabupaten Pandeglang dan Pandeglang masuk zona kuning. Sementara enam daerah lainnya berstatus zona oranye atau dengan tingkat risiko sedang.

Sekda Banten Al Muktabar mengatakan, untuk menekan penyebaran Covid-19 di Banten pihaknya secara masif terus melakuakn sosialisasi pencegahan. Salah satu program yang dilakukannya baru-baru ini adalah membagikan 1,3 juta masker kepada masyarakat di delapan kabupaten/kota di Banten. 

"Ikhtiar provinsi bergandengan tangan dengan kabupaten/kota dan lapisan masyarakat. Secara pemetaan beberapa daerah telah mendekati warna kuning yang beberapa oranye dan terhindar dari merah," ujarnya.

Mantan Ketua Ikatan Widyaiswara Indonesia itu menuturkan, atas kondisi itu maka Banten sesungguhnya telah menuju keadaan yang lebih baik. Selain pemerintah yang terus melaksanakan programnya, masyarakat juga diminta untuk senantiasa mendukung dengan terus menerapkan protokol kesehatan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan protokol kesehatan dengan sungguh-sungguh. Tentunya tak lupa juga melakukan pola hidup sehat agar terhindar dari Covid-19," katanya. 

Al Muktabar juga meminta kepada masyarakat untuk teta bersabar hingga vaksin untuk penangkal pandemi Covid-19 bisa benar-benar digunakan. "Mudah-mudahan langkah pemerintah yang dilakukan bersama ini terus dalam keadaan baik. Sampai kita secara teknik medis mendapatkan vaksinasi untuk terhindar dari virus," ungkapnya.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, meski telah menunjukkan tren positif namun masyarakat harus tetap waspada terhadap pandemi Covid-19. Sebab,  walaupun kondisi semakin baik dan tingkat penyembuhan semakin tinggi akan tetapi jumlah yang terpapar semakin tinggi.

"Kita (kasus terkonfirmasi positif) sudah menyentuh angka 10.000 lebih. Dalam perkembangan terakhir walaupun zona berubah warna tapi yang masuk rumah sakit trenya semakin banyak. PSBB (pembatasan sosial berskala besar) masih kita lakukan dengan pelonggaran," katanya.

Ia mengimbau, agar masyarakat tetap menjalankan 3M yaitu menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker. Hal itu harus tetap menjadi kebiasaan.  "Mari bersama-sama kita tetap memberlakukan tindakan seesuai protokol kesehatan," tuturnya. (dewa)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook