Puluhan Hektare Tanaman Padi di Kabupaten Serang Terancam Tidak Diberi Pupuk

Redaksi   |   Serang Raya  |   Jumat, 20 November 2020 - 14:31:36 WIB   |  dibaca: 94 kali
Puluhan Hektare Tanaman Padi di Kabupaten Serang Terancam Tidak Diberi Pupuk

SERANG, BANTEN RAYA - Memasuki masa tanam (MT) ketiga, puluhan hektare tanam padi di Desa Tonjong, Kecamatan Kramatwatu terancam tidak diberi pupuk karena para petani kesulitan untuk mendapatkan pupuk subsidi.

Ketua Kelompok Tani Tomat, Desa Tonjong, Kecamatan Kramatwatu Anai Hasan mengatakan, terdapat lima kelompok tani di desanya namun yang baru mendapat pupuk subsidi jenis urea hanya kelompoknya saja dan itu pun jumlahnya sangat terbatas.

"Sekarang sudah MT baru dan petani sudah pada melakukan penyemaian tapi pupuknya enggak ada. Kalau saya kebetulan sudah dapat empat ton dari Kios Sumber Tani tapi kelompok petani lain pada enggak dapat," kata Anai, Jumat (20/11).

Ia mengungkapkan, empat ton tersebut hanya bisa untuk memenuhi 10 hektare tanaman padi sedangkan luas lahan milik anggota kelompoknya 48 hektare. 

"Itu baru kelompok saya belum kelompok petani yang lain. Kalau padi kan harus fokus pupuk urea enggak boleh yang lain. Kalau untuk bawang bisa pakai organik tapi kalau bikin dadakan juga bahan-bahannya dariman," ujarnya.

Anai bersama dengan kelompok petani yang lain pernah mendatangi PT Pertani untuk menanyakan keberadaan pupuk subsidi tersebut.

"Di PT Pertani pupuk itu banyak tapi PT Pertani enggak berani mengeluarkan karena anggaran subsidinya belum masuk dari pemerintah. Kalau petani ya kebingunan," tuturnya.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang Suja'ai A. Sayuti mengaku telah mempertanyakan kelangkaan pupuk subsidi tersebut kepada Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang. 

"Waktu saya tanyakan katanya kuotanya sudah habis, kan aneh kalau kuota sampai habis, kuotanya diambil orang lain atau seperti apa," kata Suja'i.

Politisi Gerindra itu meminta kepada Pemkab Serang agar ke depan bisa mengantisipasi kelangkaan tersebut. "Saya sudah minta pemda menganggarkan untuk subsidi pupuk agar ketika pemerintah pusat tidak bisa mensubsidi ada dari pemerintah daerah," ujarnya.

Ia juga mengaku banyak menerima keluhan dari para petani di Kabupaten Serang terkait kelangkaan pupuk subsidi tersebut. "Ke depan tidak boleh ada cerita petani kesulitan memperoleh pupuk. Pemerintah harus mencari solusi termasuk menggencarkan pembuatan pupuk organik," paparnya. (tanjung/fikri)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook