Klaster Pemda Dipicu Penularan dari Anggota Keluarga ASN

Redaksi   |   Kesehatan  |   Jumat, 20 November 2020 - 18:10:41 WIB   |  dibaca: 183 kali
Klaster Pemda Dipicu Penularan dari Anggota Keluarga ASN

LAKUKAM PENCEGAHAN : Petugas BPBD Provinsi Banten melakukan penyemprotan disinfektan di Kantor Inspektorat Provinsi Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, belum lama ini.

SERANG, BANTEN RAYA - Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Banten terpapar Covid-19. Akibatnya, sejumlah kantor organisasi perangkat daerah (OPD) di KP3B, Curug, Kota Serang ditutup sementara. Dari hasil penelusuran, para abdi negara itu sebagian besar terular virus korona dari anggota keluarganya. 

Gubernur Banten Wahidin Halim membenarkan, munculnya klaster perkantoran pemerintah daerah (pemda) Provinsi Banten belakangan ini. Hal itu ditenggarai terjadi lantaran para pegawai pemprov yang memiliki aktivitas di luar jam kerja atau  lingkungannya. 

"Iya itu, kemaren agak longgar kali ya jadi di kampungnya ada aktivitas. Ini berulang kan, berkembang terus aktivitas masyarakat juga. Jadi kita prihatin juga bahwa sekarang klaster di pemda muncul," ujar pria yang akrab disapa WH ini saat dihubungi wartawan, Jumat (20/11). 

Mantan Walikota Tangerang dua periode itu menuturkan, berdasarkan hasil penelusuran ASN yang terkonfirmasi Covid-19 itu sebagia besar tertular dari anggota keluarganya. "Di rumah, banyaknya (tertular) di keluarga. Aktvitas di luar, ada suami atau istrinya pegawai kantor dimana (kemudian menularkan ke anggota keluarga). Jadi bukan (terpapar di kantor pemerintahan)," katanya.

Atas kondisi tersebut, kata dia, pihaknya secara masif melaukan tracing dan penyaringan atau screening dengan melakukan tes swab kepada para pegawainya. Ia juga tak membantah akibat ada pegawainya yang terpapar Covid-19, sejumlah kantor OPD dilakuan penutupan sementara. 

"Tiga OPD suruh kita lockdown, evaluasi kita lakukan terus setiap minggu. Kita cek lagi, cek lagi, pantau. Ya kalau saya tetap berikan perhatian, peringatan agar protokoler kesehatan (terus diterapkan)," ungkapnya.    

Seperti diketahui, tiga kantor OPD di KP3B, Kota Serang dilakukan penutupan sementara akibat pegawainya terpapar virus korona. Ketiganya adalah Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dan Kantor Inspektorat.

Disinggung apakah pemprov akan melakukan penutupan KP3B secara penuh, WH mengaku belum akan melakukannya. Hal itu baru dilakukan jika memang penyebaran Covid-19 di area perkantoran pemprov sudah sangat mengkhawatirkan. 

"Laporan ketika memang kondisinya mengkhawatirkan ya mau enggak mau kita pertimbangkan untuk kita lockdown. (Pertimbangan lockdown KP3B setelah) Koordinasi berapa persen dari jumlah pegawai pemda yang terkena. Misalnya persentasenya sekitar dua, tiga persen kita masih (belum tutup KP3B)," ungkapnya.

Mantan anggota DPR RI itu menegaskan, untuk pembatasan sendiri di perkantoran sebenarnya telah dilakukan sejak lama. Bahkan, pegawai yang hadir secara fisik ke kantornya dibatasi dengan sebagian bekerja dari rumah secara bergiliran. 

"Pada dasarnya sekarang sudah lockdown kan sebenarnya karena mereka tidak semuanya masuk, per shift bergantian. Sudah kita lakukan, kan masih berlangsung," tuturnya. 

Kepala Badan Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Nana Suryana mengatakan, sebagai bentuk pencagahan pihaknya secara rutin melakukan pernyemprotan disinfektan ke seluruh kantor OPD. 

"Untuk pencegahan, kita lakukan penyemprotan di semua OPD di KP3B secara periodik 1 minggu sekali. Kemudian juga dapat dilakukan kapanpun sesuai kebutuhan," ujarnya. (dewa) 

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook