UMK Naik Tapi Gaji Buruh Bisa Tak Naik, Kok Bisa?

Redaksi   |   Metro Serang  |   Sabtu, 21 November 2020 - 11:29:43 WIB   |  dibaca: 345 kali
UMK Naik Tapi Gaji Buruh Bisa Tak Naik, Kok Bisa?

SERANG, BANTEN RAYA - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten membuka pendaftaran penangguhan penerapan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2021. Layanan tersebut ditujukan kepada perusahaan di Banten yang merasa tak mampu membayar upah pegawainya sesuai ketentuan yang akan diberlakukan mulai tahun depan. 

Kepala Seksi Pengupahan dan Jaminan Sosial Disnakertrans Provinsi Banten Karna Wijaya mengatakan, sesuai peraturan yang berlaku perusahaan yang merasa keberatan untuk menerapkan UMK terbaru bisa melapor ke pihaknya. Di sana mereka dipersilakan mengajukan penangguhan pelaksanaan upah minimum. "Ya pengajuan penangguhan," ujarnya, Sabtu (21/11).

Ia menjelaskan, pengajuan penangguhan UMK 2021 dibuka mulai 23 November hingga sekitar tiga pekan ke depan. Usulan bisa disampaikan langsung ke Kantor Disnakertrans Banten.

"(Pengusulan penangguhan UMK 2021) dimulai Senin lusa sampai tanggal 15-an Desember," katanya.

Soal syarat usulan penangguhan, Karna memersilakan perusahaan membaca ketentuan yang berlaku. "Diatur dalam Kepmenaker (Keputusan Menteri Tenaga Kerja) Nomor 231 Tahun 2004 tentang Tata Cara Penangguhan Upah," tuturnya. 

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Banten menaikan UMK 2021 sebesar 1,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Kebijakan itu berlaku untuk seluruh kabupaten/kota di Banten. 

Informasi yang dihimpun, penetapan besaran UMK 2021 tertuang dalam Keputusan Gubernur Banten Nomor 561/Kep.272-Huk/2020 tentang Penetapan UPK di Provinsi Banten 2021. 

Adapun rincian besaran UMK terdiri atas Kabupaten Pandeglang dari Rp2.758.909,007 menjadi Rp2.800.292,64. Kabupaten Lebak Rp2.710.654,00 menjadi Rp2.751.313,81. Kedua daerah itu tetap mengalami kenaikan meski rekomendasi dari kepala daerahnya mengusulkan tidak ada kenaikan. 

Kabupaten Serang dari Rp4.152.887,55 menjadi Rp4.251.180,86. Kabupaten Tangerang dari Rp4.168.269,62 menjadi Rp4.230.792,65. Kota Tangerang dari Rp4.199.029,92 menjadi Rp4.262.015,37. Kota Tangerang Selatan dari Rp4.168.268,62 menjadi Rp4.230.792,65. Kota Serang dari  Rp3.773.940,00 menjadi Rp3.830.549,10 dan Kota Cilegon dari Rp4.246.081,42 menjadi Rp4.309.772,64. (dewa)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook