Anggaran Lahan Puspemkab Ditambah Rp13 Miliar

Redaksi   |   Serang Raya  |   Minggu, 22 November 2020 - 20:56:57 WIB   |  dibaca: 111 kali
Anggaran Lahan Puspemkab Ditambah Rp13 Miliar

SERANG, BANTEN RAYA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menambah anggaran untuk pengadaan lahan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang di Kecamatan Ciruas dan Kecamatan Kragilan sebesar Rp13 miliar pada APBD perubahan. Sehingga total angaran yang tersedia saat ini sebesar Rp39 miliar.

Kepala Bagian (Kabag) Bina Program Pemkab Serang Sarudin mengatakan, proses pengadaan lahan untuk Puspemkab Serang saat ini sedang berproses di pengadilan setelah dilakukan konsinyasi setelah ada pihak-pihak yang bersengketa terkait kepemilikan lahan yang akan dibebaskan.

"Tanggal 28 April sudah kita sampaikan surat ke Pengadilan Negeri terkait bidang-bidang yang ada sengketa kepemilikan. Bulan September kemarin sudah dilakukan sidang tahap pertama," kata Sarudin kepada Banten Raya, Minggu (22/11).

Ia menjelaskan, untuk tahap pertama ada 32 bidang yang akan dibebaskan karena anggaran yang tersedia hanya Rp26 miliar. Adapun bidang-bidang yang diprioritaskan yakni bidang yang akan dibangun terlebih dahulu. "Pada anggaran murni ada tambahan Rp13 miliar nanti itu disesuaikan dapatnya kira-kira berapa bidang," ujarnya.

Sarudin mengungkapkan, lahan yang sedang dalam proses pengadilan tersebut sudah bisa dieksekusi oleh Pemkab Serang karena berita konsinyasi dari pengadilan sudah keluar. "Kita tidak bisa memprediksi sampai kapan proses di pengadilannya karena kewenangan kita hanya menyampaikan titipan uang dan selanjutnya itu sudah kewenangan pengadilan," tuturnya.

Adapun lahan yang disengketakan kepemilikannya dan sedang dalam proses pengadilan tersebut seluas kurang lebih 10 hektare. "Kalau total luasnya 60 hektare, di daerah Kaserangan, Kecamatan Ciruas 15 hektare, dan 45 hektare di daerah Cisait, Kecamatan Kragilan. Yang belum selesai itu 18 hektare termasuk yang masih dalam proses pengadilan," paparnya.

Terkait dengan konsinyasi sendiri, Sarudin memastikan telah menyampaikan kepada para pemiliknya. "Prosesnya sekarang informasinya dikembalikan kepada pemilik yang bersengketa. Kalau misalkan selesai di tahap mediasi antara kedua belah pihak dan ada kesepakatan maka selesai dan uangnya bisa diambil," katanya. (tanjung/fikri)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook