Jalan Ditutup, Sopir Angkot Demo


TANGERANG – Ratusan sopir angkot 07 menggelar aksi unjuk rasa memprotes ditutupnya akses jalan raya yang menghubungkan Binong-Islamic oleh pihak Lippo Group, Kamis (25/9). Akibatnya ribuan penumpang telantar.

Pantauan Banten Raya, ratusan sopir angkot 07 mulai berkumpul di pertigaan depan Hotel Imperial Supermal Karawaci sekitar pukul 08.00 WIB. Sopir-sopir ini juga menghentikan dan menurunkan penumpang angkot A 19 jurusan Taman Cibodas-Gading Serpong yang melintas jalur tersebut. Kendaraan angkot 07 tersebut juga dijejer memenuhi jalan raya, sehingga kendaraan lain yang melintas tertutup oleh angkot tersebut. Mereka juga melempari pagar pembangunan proyek apartemen di sebelah Supermal Karawaci. Aksi mereka baru berhenti sekitar pukul 15.00 WIB, setelah petugas kepolisian mengerahkan kendaraan alat berat untuk membuka jalur yang ditutup dengan beton.

Menurut Ketua Paguyuban Angkot 07 jurusan Binong-Perum Pasar Malabar, Umar (45), dalam aksi tersebut sopir angkot 07 meminta agar pihak managemen Lippo Group membuka akses jalan tersebut, serta mengoperasikan jalur tersebut kembali. Karena, kata Umar, dengan ditutupnya jalur tersebut, angkot A 03 dan angkot A 19 yang seharusnya berputar hanya lewat Supermal Karawaci dan berbelok ke arah Taman Cibodas, harus berjalan lurus melintas Rumah Sakit Siloam serta berputar di Kantor Pajak Pratama. Akibatnya, penumpang yang seharusnya naik angkot 07, banyak yang naik angkot A 03 dan A 19. Sehingga, pendapatan sopir angkot 07 menjadi berkurang.

"Terus terang dengan ditutupnya jalur tersebut, pendapatan kami berkurang. Untuk itu, kami menuntut agar pihak Lippo Group membuka jalur tersebut. Jangan sampai antara kami, sesama sopir 07, A 03 dan A 19 ribut rebutan penumpang gara-gara jalurnya ditutup," ujar Umar kepada Banten Raya, kemarin. Menanggapi hal ini, juru bicara Lippo Group Karawaci, Danang Kemayan Jati mengakui jika perubahan rute arus lalu lintas di kawasan itu adalah usulan pengembang perumahan tersebut. Perubahan rute ini, kata Danang, untuk menata arus lalu lintas yang selama ini semrawut. ”Ditutup tujuannya untuk mengatur lalu lintas yang selama ini selalu macet dan semrawut,” kata Danang.

Danang juga mengungkapkan, kemacetan lalu lintas di kawasan perumahan yang dijadikan jalan umum tersebut selama ini dipicu oleh banyaknya angkutan umum yang berhenti dan ngetem sembarangan. ”Apalagi kalau sore hari, ratusan ribu orang berada di kawasan Lippo, dan harus mengalami kemacetan lalu lintas,” tandasnya. Untuk itu, lanjut Danang, dalam mengurangi kemacetan, jika sebelumnya sejumlah trayek angkutan lepas dari Supermal Karawaci langsung belok ke kanan, yaitu Taman Cibodas, dalam rute baru ini, arus kendaraan dialihkan lurus melewati Rumah Sakit Siloam dan berputar di depan Kantor Pajak Pratama. “Sebelum melakukan perubahan rute ini, kami sudah ijin ke Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian,” paparnya.

Sementara, Kapolsek Kelapa Dua, Kompol Gatot menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak managemen Lippo Group untuk membuka kembali jalur tersebut. "Kami sudah berkoordinasi dengan pihak managemen, untuk membuka jalur tersebut. Karena, kami khawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena, ratusan sopir angkot juga sudah mulai brutal, makanya kami buka," pungkasnya. (widi)

Beri komentar


Security code
Refresh