Hotel Atria Residence Diteror Bom


*Simulasi Penanggulangan Teroris


TANGERANG - Detasemen 902/AKSUS Satuan Bravo 90 Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara (AU) menggelar simulasi aksi teror di Hotel Atria Residence Paramound, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Sabtu (27/9). Dalam simulasi ini, Satuan Bravo 90 Paskhas TNI menggunakan robot penjinak bom yang dioperasikan menggunakan remote control.

Pantauan Banten Raya, saat aksi simulasi berlangsung, suara ledakan bom terdengar dua kali di gedung Atria Residence. Suasanapun semakin menegangkan. Sementara di luar gedung, dua anggota Paskhas bergerak dari atas gedung bertingkat untuk mensterilkan area yang diteror. Dua sepeda motor yang ditumpangi empat anggota TNI diiringi dua kendaraan roda empat berisikan puluhan anggota berpakaian hitam lengkap dengan senjata melanju kencang menuju lobi hotel.

Di dalam kedua gedung mewah tersebut ada sekelompok teroris yang menyandera pejabat Very Important Person (VIP) yang sedang berada di hotel itu. Usai mensterilasasi area, kendaraan taktis untuk menjinakkan bom datang. Dua anggota berpakaian lengkap anti bom menyisir setiap sudut hotel. Dan didapati sebuah bungkusan mencurigakan di salah satu sudut lobi hotel. Dan dipastikan bungkusan berwarna coklat tersebut sebuah bom. Kemudian, robot penjinakkan bom tiba. Dengan digerakkan dari remote control mengambil dan mengarahkan ke kendaraan taktis untuk diamankan. Lalu, pergi meninggalkan hotel. Hotelpun dinyatakan telah aman. Tamu VIP serta tamu lainnya kemudian dievakuasi ke tempat yang aman.

Komandan Detasemen (Danmen) 902/AKSUS Satuan Bravo 90 Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (AU) Mayor Jomangga Sitinjak mengatakan, dalam simulasi ini pihaknya menurunkan 50 pasukan antiteror. "Simulasi ini digelar untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa TNI selalu siap menghadapi ancaman apapun termasuk teroris," ujar Jomangga Sitinjak. Ia juga mengatakan, kesiapsiagaan menjadi bagian terpenting dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan termasuk teroris. Di tempat umum seperti hotel, maupun di bandara serta lokasi penting lainnya. "Karena salah satu tugas pokok kami yaitu penanggulangan teroris," tandasnya.

Menurutnya bahaya aksi terorisme harus selalu diwaspadai. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian maupun keamanan fasilitas umum. "Pasukan kami merupakan pasukan terlatih untuk dalam penanganan aksi terorisme," terangnya. Executive Assistant Manager Residence Gading Serpong Evriansyah menambahkan, simulasi ini merupakan bagian dari pengamanan untuk mengantisipasi bentuk aksi terorisme. "Kami banyak belajar dari simulasi ini terutama SOP dalam pengamanan tamu-tamu," ucapnya. Selain itu, kata Evriansyah, simulasi inipun jadi pembelajaran pihaknya. Terutama pada keamanan dan kenyamanan tamu. "Ini menjadi pengalaman dan pembelajaran berharga buat kami," pungkasnya. (widi)

Beri komentar


Security code
Refresh