CU Cetak Sejarah Baru


CILEGON – Cilegon United menjadi kampiun Divisi Satu Liga Indonesia. Dalam laga final melawan Persibat Batang, CU berhasil menang adu penalti 4-1 di Stadion Krakatau Steel, kemarin. Dalam laga normal 2 x 45 menit kedua kesebelasan bermain imbang 1-1. Persibat mampu mencetak gol melalui sontekan Habidin pada menit ke-13.

Anak asuh Bambang Nurdiansyah berhasil membalas melalui Dado 6 menit kemudian. Skor 1-1 bertahan hingga 2 x 45 menit. Berdasarkan aturan yang disepakati bersama akhirnya digelar babak adu penalti. Dalam babak tos-tosan ini tiga eksekutor Cilegon United yang diturunkan yakni Dado, Rinto Ali, dan Ricko berhasil melaksanakan tugasnya. Sementara tiga eksekutor Persibat gagal berbuah gol. Habidin yang menjadi penendang pertama gagal lantaran tendangannya melambung ke atas mistar gawang. Sementara tendangan Dani berhasil diblok oleh kiper CU Ghoni. Dan penendang ketiga Ahmad juga gagal menaklukkan Ghoni setelah tendangannya terbaca dan di blok kiper CU.

Kemenangan dengan skor 4-1 ini membuat CU berhak membawa pulang Piala Divisi Satu. Penyerahan piala ini dilakukan Ketua PSSI Djohar Arifin kepada pemain dan manajemen di Stadion Krakatau Steel usai babak adu penalti. Pelatih CU Bambang Nurdiansyah mengakui lawan yang dihadapi merupakan tim yang kuat. Namun dalam laga ini kedua kesebelasan tidak bisa menampilkan kemampuan terbaiknya lantaran mereka mencurahkan kemampuan pada babak 6 besar di Yogyakarta. “Saya akui beberapa pemain tidak dalam penampilan terbaik lantaran mereka tidak dalam performa terbaik setelah menjalani babak 6 besar. Lawan kami juga bagus mereka tenang dan serangan baliknya membahayakan,” tegasnya.

Di babak kedua, CU sempat mengganti beberapa pemain tengah seperti Oktavianus dan Fandi Ahmad. Pergantian ini dilakukan untuk menjaga suplay lini tengah ke penyerang. “Saat saya melihat dua pemain kurang maksimal maka saya memasukkan pemain baru dengan harapan mereka bisa menguasai lini tengah. Untuk strategi di babak penalti saya percaya kepada pemain yang ditunjuk eksekutor lantaran kami telah berlatih babak penalti,” imbuh dia. Sementara itu pelatih Persibat Lukas Tumbuan mengatakan, lawan yang dihadapi adalah tim yang bagus. Kalau untuk babak penalti, ia sudah mempersiapkan tim sebaik-baiknya namun para penendang kurang dinaungi dewi fortuna. “Secara kualitas kami sama. CU tim yang kuat. Selamat kepada CU,” ucapnya singkat.

Manajer CU Yudhi Apriyanto mengaku gembira dengan kemenangan ini. Dengan hasil ini CU mencetak sejarah baru yakni tim yang bisa juara di dua divisi berbeda yakni divisi dua dan divisi satu. Rekor lainnya yang ditorehkan adalah selama divisi satu belum terkalahkan. “Terima kasih atas dukungan bapak walikota, warga dan semua pihak. Kami akan bekerja keras musim depan untuk menuju ISL,” tutup dia. Masih di Stadion Krakatau Steel, Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi mengaku bangga dengan prestasi yang diperoleh CU. Walaupun berusia muda baru 3 tahun, prestasi yang diraih CU terbilang luar biasa. “Kami akan melakukan pembenahan dan saya telah menyiapkan uang bonus untuk pemain. Dukung terus CU agar menuju ISL,” tutup dia. (wisnu)

Beri komentar


Security code
Refresh