Kejahatan Seksual pada Anak Mendominasi


*Kegiatan Sosialisasi Perlindungan Anak di Serang


SERANG - Sepanjang tahun 2013-2014 kurang lebih ada 70 kasus kekerasan pada anak dilaporkan ke Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten dan sudah ditindaklanjuti. Dari 70 kasus itu sebanyak 40 persennya merupakan kekerasan atau kejahatan seksual pada anak.



Sementara sisanya sebanyak 30 persen adalah anak butuh perlindungan khusus, eksploitasi sesksual, eksploitasi ekonomi, trafficking, dan lainnya. "Itu hanya yang dilaporkan ke LPA. Di luar itu kami yakin di luar itu kasusnya masih banyak," kata Ketua LPA Provinsi Banten Iip Syafruddin saat sosialisasi perlindungan anak dan pengukuhan pengurus Forum Anak Kota Serang di Gedung PKPRI Serang, Selasa (30/9). Yang mengerikan, 90 persen pelaku kejahatan seksual pada anak merupakan orang dekat, seperti ayah tiri, paman, guru ngaji, bahkan ayah kandung.

Salah satu penyebab kasus kejahatan seksual pada anak adalah karena tontonan film porno, broken home, dan kurangnya pengawasan orangtua pada anak, karena sibuk bekerja atau lainnya. "Sebaran kasus banyak di Serang. Tapi kita yakin ini adalah fenomena gunung es," ujarnya. Untuk mencegah kembali terjadinya kekerasan seksual ini salah satunya dengan terus menyosialisasikan bahaya yang mengancam anak-anak. Selain bekerja sama dengan pemerintah daerah, LPA Banten juga akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah. Hal ini agar siswa bisa berhimpun supaya mereka tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi kekerasan seksual. "Minimal mereka dan adik-adik mereka bisa mencegah," katanya seraya menambahkan bahwa pemerintah daerah sudah melakukan pencegahan, meski masih kurang.

LPA Banten juga akan membuat LPA di kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Hal ini untuk menjangkau kasus-kasus kekerasan pada anak di seluruh wilayah Banten. Kantor LPA Banten yang ada di Kota Serang tidak dapat menjangkau seluruh wilayah di Banten, misalnya Tangerang. Untuk tahap awal pihaknya akan membuat karateker di kabupaten/kota. Ia menargetkan karateker akan terbentuk di Pandeglang, Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Lebak, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang. "Target kita di 6 kabupaten/ kota itu. Untuk Kota Serang dan Tangsel kita lihat sudah bagus," katanya.

Hasan, Asisten Departemen Hak Sipil Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, mengatakan bahwa film porno sangat berbahaya bila dilihat anak. Sayangnya, sulit memblokir situs pornografi, apalagi yang dibuat di luar negeri. Berdasarkan data, dari 87 juta anak usia 9-12, sekitar 7 jutaan anak menyatakan sudah pernah membuka situs internet. Pada anak usia 12-15, 16 jutaan di antaranya sudah membuka situs di internet. Anak usia 15-17 tahun, 40-an juta di antaranya sudah mengakses internet.  "Efek pornografi lebih berbahaya daripada penyalahgunaan narkoba," katanya.

Wakil Walikota Serang Sulhi berharap melalui program layak anak terdapat sinergitas antar berbagai instansi, khususnya di lingkungan Pemkot Serang dan elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kualitas hidup anak. "Sehingga percepatan pemenuhan hak anak serta perlindungan anak dapat tercapai secara optimal," katanya. MUHAMAD TOHIR

Beri komentar


Security code
Refresh