Gapasdap Ajak LCT Gabung


MERAK - Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) mengajak PT Bandar Niaga Jaya (BNR) selaku operator Landing Craft Tank (LCT) bergabung di lintasan Merak-Bakauni dan tidak lagi melakukan pengoperasian kapal LCT sebagai angkutan penyeberangan rute Bojonegara-Bakauheni.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gapasdap Merak, Togar Napitupulu mengatakan, pertemuan antara DPC Gapasdap Banten, PT BNR, dan Indonesia National Shipowner Association (INSA) Banten dan Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten bertujuan untuk membuka peluang koordinasi untuk membicarakan kejelasan nasib pengoperasian LCT kedepannya. "Sambil menunggu Rencana Pola Trayek (RPT) yang saat ini berlaku habis. Kita akan melakukan pembicaraan lebih lanjut. Bisa saja nantinya mereka bergabung di Merak, kami berharap tidak ada persaingan yang tidak sehat nantinya," katanya usai rapat koordinasi dengan PT BNR, INSA Banten di Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten, Selasa(30/9).

Menurut Togar, dalam rapat tersebut, PT BNR wajib mengikuti Keputusan Menteri (KM) Perhubungan Nomor 64 Tahun 1989 tentang Penetapan Lintas Penyeberangan. Dengan begitu, kapal LCT hanya dapat beroperasi sebagai angkutan penyeberangan hingga RPT yang saat ini berlaku habis. "Jadi kedepan setelah RPT habis, maka Kementerian Perhubungan Laut (Hubla) tidak lagi memberikan Surat Izin Berlayar (SIB) bagi kapal LCT yang beroperasi di Pelabuhan Bojonegara," jelasnya.

Sementara itu, General Manager PT BNR, Pitter Hasjim mengatakan, untuk masa berlaku RPT, pihaknya tidak mengetahui secara pasti kapan masa berlaku RPT itu berakhir. Sebab, setiap kapal LCT memiliki RPT masing-masing. "Saya tidak hapal RPT nya karena semuanya berbeda-beda ada yang dua bulan, ada yang tiga bulan," katanya. Menurut Pitter, sambil menunggu RPT kapal LCT itu habis masa berlakunya, PT BNR selaku operator LCT akan membuka peluang negosiasi dengan Gapasdap, INSA, serta otoritas pelabuhan penyeberanggan. "Kami akan melakukan diskusi dan pendekatan dengan Gapasdap. Sebab, kami PT BNR dan Gapasdap merupakan pelaku bisnis di pelabuhan yang tentunya ingin membangun Banten," ujarnya.

Disinggung soal ajakan Gapasdap untuk gabung di lintasan Merak-Bakaueni, Pitter menegaskan, apabila pihaknya belum membuat rencana bergabung perusahaan penyeberangan yang ada di Pelabuhan Merak. "Mash ada waktu, kami belum berpikir untuk pindah ke Pelabuhan Merak," tandasnya. General Manager PT ASDP Indoneia Ferry Cabang Merak, Yanus Lentanga enggan memberikan komentar terkait pertemuan tersebut. Namun, pihaknya mengapresiasi Gapasdap dan PT BNR yang melakukan pertemuan tersebut untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi. "Ini hanya forum komunikasi antara Gapasdap, PT BNR, dan INSA. Rapat ini juga untuk mencari solusi," katanya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh