Cabuli Anak Tetangga, Kakek 69 Tahun Dibui


PANDEGLANG -
Sapri (69), warga Desa Manggung Jaya, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, kakek renta ini diduga telah mencabuli anak dibawah umur, yang tak lain anak tetangga rumahnya berinisial SL (6). Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Sapri kini mendekam di sel tahanan Polres Pandeglang. Informasi yang berhasil dihimpun Banten Raya, peristiwa pencabulan yang dilakukan Sapri terhadap SL dilakukan di tempat pemandian umum di kampungnya pada Jumat (2/5) pagi.

Saat itu, Sapri mengikuti SL ketika menuju tempat pemandian umum yang ada di kampungnya. Setelah Mawar membuka pakaiannya, Sapri kemudian merayu SL akan memberi uang jajan Rp 1000 asal mau dimandikan oleh Sapri. Atas bujuk rayu Sapri, SL mengiyakannya. Sapri pun memandikan SL. Pria yang berprofesi sebagai buruh tani ini memandikan SL sambil meremas-remas bagian payudara dan bagian vital bocah yang masih duduk di bangku kelas I Sekolah Dasar (SD) itu.

Karena diselimuti hawa nafsu, Sapri kemudian melakukan aksi pencabulan terhadap SL hingga mengalami pendarahan pada bagian kelamin bocah itu. Saat pulang mandi orangtua SL yang mengetahuinya melaporkan perbuatan tak senonoh tetangganya itu ke Polres Pandeglang. Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pandeglang Ipda Bate’e menyatakan bahwa Sapri ditangkap pada Senin (5/5) malam atas laporan keluarga korban. “Berdasarkan  hasil pemeriksaan, pelaku sudah 3 kali mencabuli korban di tempat yang sama. Korban depresi dan syok," katanya.

Ia mengatakan bahwa Sapri telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 81 dan atau Pasal 82 Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. "Ancaman hukumannya tiga sampai lima tahun penjara,” katanya. Ditemui saat pemeriksaan di ruang PPA, Sapri mengakui perbuatannya. Ia mengaku melakukan perbuatan bejat itu pukul 07.00 WIB saat korban biasa mandi sebelum sekolah. “Saya melakukannya tiga kali," ujarnya.  Sapri mengaku menyesal atas perbuatannya. Namun, dari raut mukanya seperti tidak ada penyesalan lantaran tidak menunjukan rasa sedih karena tersenyum-senyum malu saat ditanya petugas. "Saya menyesal dan terdorong hawa nafsu,” ujarnya. (agus)


Beri komentar


Security code
Refresh