Ibu Buang Bayi ke Selokan


PANDEGLANG - Diduga malu karena bayi yang dilahirkannya hasil hubungan gelap, Yh (26), seorang ibu muda warga Kampung Pasirangin, Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Majasari, tega membuang bayi yang baru dilahirkannya di saluran selokan kampungnya. Bayi berjenis kelamin laki-laki yang tidak berdosa itu pun ditemukan tak bernyawa pada Jumat (30/5) malam.

Informasi yang berhasil dihimpun Banten Raya, peristiwa yang menggegerkan ini pertama kali diketahui setelah warga menemukan mayat bayi mengapung di saluran selokan kampung setempat. Saat ditemukan, kondisi bayi telanjang dengan tali pusar terlilit di sebuah batang bambu. Tidak jauh dari lokasi, ditemukan sehelai kain sarung yang sudah dipotong warna coklat kemerahan motif kotak. Diduga sarung itu kain pembungkus bayi itu.

Temuan bayi ini kemudian dilaporkan warga ke pihak kepolisian dari Polres Pandeglang. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi kemudian membawa mayat bayi tersebut ke RSUD Berkah Pandeglang untuk diperiksa. Setelah divisum luar, mayat bayi itu selanjutnya diotopsi ke RSUD Serang untuk mengetahui penyebab kematiannya. Daari hasil otopsi tim forensik serta dokter RSUD Serang, ditemukan adanya bekas cekikan di leher mayat bayi tersebut.
Petugas Polres Pandeglang kemudian melakukan penyelidikan dan mengamankan Yh, ibu bayi tersebut yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti diantaranya, 1 potong bambu, 1 helai kain sarung, keduanya ditemukan di lokasi penemuan bayi. Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti dari tersangka berupa 1 buah tikar warna coklat, 1 buah HP beserta SIM card-nya, 1 potong celana dalam warna putih, 1 helai kain sarung. 

Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Gatot Priyanto, Minggu ((1/6), mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka serta mendalami kasus itu. “Dari pengakuan tersangka, bayi itu adalah hasil hubungan gelap dengan kekasihnya, yang tidak disetujui oleh keluarganya, sehingga tersangka tidak mau mengurusi anak yang dilahirkannya itu karena merasa malu kepada keluarga dan orang sekitarnya," kata Gatot. Karena ulah perbuatannya, Yh terancam Pasal 80 ayat (3) UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 338 KUHP. Dengan ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. (agus)

Beri komentar


Security code
Refresh