Anggota Paskibra Menes Tetap Semangat Meski Berlatih Sembilan Jam Tiap Hari di Bulan Ramadan


Menes - Kemerdekaan Republik Indonesia diperingati setiap 17 Agustus. Untuk memperingatinya, masyarakat Indonesia menggelar upacara bendera. Tidak terkecuali di Kecamatan Menes.

Teriknya matahari, Senin (30/6) siang itu tidak membuat para anggota pasukan pengibar bendera (paskibra) Kecamatan Menes malas berlatih, meskipun mereka sedang menjalankan puasa. Satu persatu anggota paskibra yang direkrut dari beberapa sekolah itu mulai berdatangan dan mulai melakukan pemanasan. Ada yang berbeda dalam latihan kemarin, mereka harus menahan dahaga karena sedang menjalankan puasa. Mereka tetap melakukan tugasnya berlatih upacara pengibaran bendera Merah Putih. Muhamad Aminudin, salah seorang pelatih paskibra untuk perayaan kemerdekaan RI pada 17 Agutus 2014 dilakukan sejak April lalu.

Meskipun bulan puasa, kata Amin, porsi latihan anggota paskibra tetap tidak ada yang perubahan. Hanya, waktu istirahat yang berubah. "Waktu latihan hari biasa berbeda dengan bulan puasa, kita masuk latihan sekitar jam 8 pagi. Tidak ada makan dan minum, latihan tetap porsinya mau itu panas, hujan, latihan tetap harus jalan,” katanya ditemui Banten Raya di lokasi, kemarin. Ia menjelaskan bahwa latihan di bulan puasa Ramadan ini sudah menjadi kebiasan anggota paskibra, karena sebelumnya juga dilakukan. Tingkat kedisiplinan juga tetap dijalankan, tidak ada toleran buat anggota yang melanggar. Oleh karena itu, bulan ramadan tidak bisa dijadikan alasan lemas atau malas-malasan.

Kata Amin, istirahat tetap dilakukan untuk sembahyang salat Zuhur dan Ashar. Itupun tidak dibebaskan, tapi tetap diberi waktu. “Kami selalu mewajibkan anggota menjalankan kedisiplinan, menjalankan ibadah puasa tidak dijadikan alasan, justru ini akan sangat ringan. Kami juga tidak mau anggota tidak puasa atau sengaja tidak puasa,” katanya. Amin juga memberikan tips agar tetap bugar saat latihan kepada anggotanya selama bulan Ramadan, mulai saat berbuka puasa harus makan yang manis-manis dan lainnya. “Kalau tidur saja orang yang berpuasa dapat pahala, apalagi kita melakukan aktivitas yang positif. Pasti banyak pahalanya,” ungkapnya.

Salah seorangg anggota paskibra, Asep mengatakan, tantangan berlatih selama bulan ramadan sangat besar, karena dirinya dan anggota lainnya tentu sangat haus. Namun, karena dirinya dan anggota lainnya menghormati bulan pusa sehingga harus menahan diri. Latihan saat puasa, katanya, bukan merupakan hal yang berat, tapi juga bukan hal yang mudah untuk menjalaninya. Setiap hari harus menjalani latihan dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB. “Terus terang memang berlatih di bulan puasa itu banyak sekali godaannya, lemaslah, hauslah. Tapi, karena latihan ini didasari oleh rasa kebanggan kami sebagai anggota paskibra sehingga rasa lelah bisa hilang. Latihan tetap jalan, puasa juga tetap lancar,” katanya.

Ia mengakui bahwa latihan yang akan dijalani akan semakin berat mendekati hari pelaksanaan upacara. Selain karena rasa semangat, latihan itu juga dil;akukan sambil ngabuburit atau menunggu berbuka puasa. “Menjadi kepuasan juga buat kami sebagai anggota paskibra berlatih bulan puasa, karena tak terasa dari pagi hingga sore hari itu,”  tegasnya (Agus Lani ).



Beri komentar


Security code
Refresh