Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 100 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 93 | Komentar

Baca

Berita Terkini

News image

Jumat, 23 Februari 2018 | Klik: 17

Lagi Solar Palsu Digerebek

SERANG - Tim Subdirektorat Industri Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten menggerebek pabrik pengoplos BBM jenis solar di Kampung Sarakan, ...

Lainnya: Berita Utama
next
prev

SERANG – Untuk menciptakan tenaga terampil dan siap bersaing dalam dunia kerja di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Dinas Pendidikan Banten akan meningkatkan fasilitas pendidikan untuk tingkatan SMK dan SMA.
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Banten Teddy Rukmana mengaku dunia pendidikan Banten sudah siap menghadapi MEA. Buktinya, sejak dua tahun yang lalu Banten sudah menggulirkan program program lulus, kerja, kuliah dan sarjana (LK2S).“Ratusan siswa sudah kami ikutkan dalam program LK2S. Bahkan, sudah ada yang lulus dan melanjutkan bekerja di luar negeri,” kata Teddy kepada Banten Raya, Senin (8/12).

Dia menjelaskan, program LK2S yang sudah dilakukan oleh Banten melibatkan beberapa negara tetangga, seperti Singapura, Philipina, dan Malaysia. Tidak hanya itu, kata Teddy, program LK2S juga melibatkan lima perguruan tinggi untuk melakukan kuliah online. “Lima perguruan tinggi yang mendukung program LK2S antara lain adalah Shid University, ITB dan Piksi Input,” ungkapnya.

Tidak hanya menjalankan program LK2S, lanjut Teddy, untuk menghadapi MEA, Dindik Banten juga membuat regulasi pendidikan di tingkat SMK untuk menciptakan lulusan yang terampil dan siap bersaing dalam dunia kerja, bahkan penciptakan lapangan pekerjaan.“Sedangkan regulasi pendidikan pada tingkatan SMA lebih pada peningkatan mutu pendidikan ke arah pendidikan tinggi,” kata Teddy.

Teddy beralasan, tujuan dari regulasi tersebut untuk menciptakan masyarakat Banten yang siap menghadapi MEA dengan menciptakan lapangan pekerjaan dan bersaing dalam dunia kerja. “Masyarakat Banten tidak akan menjadi penonton dalam era MEA. Masyarakat Banten akan meramaikan dunia kerja di era MEA mendatang,” tegasnya.

Teddy menambahkan, saat ini Dindik Banten bersama dengan dindik kabupaten/kota sedang melakukan pendataan terkait dengan fasilitas pendidikan yang dimiliki oleh SMK dan SMA. Setelahnya dilakukan pendataan, kata Teddy, maka dindik akan melakukan pelengkapan fasilitas pendidikan tersebut.“Misalnya SMK tidak memiliki kelengkapan pembelajaran yang sesuai dengan dunia kerja, oleh dindik akan dilengkapi,” akunya.

Indonesia yang memiliki jumlah penduduk terbanyak, kata Teddy, salah satu alasan warga asing tertarik untuk membuka usaha di Indonesia. Tidak hanya itu, lanjut Teddy, Indonesia merupakan pasar yang menjanjikan bagi dunia usaha.“Indonesia negara yang besar dengan jumlah penduduk yang banyak. Tenaga kerja di Indonesia berlimpah dan Indonesia sebagai negara yang menjanjikan buat usaha,” imbuhnya. (satibi)


SURABAYA – Tim basket putri Banten harus mengakui keunggulan Jawa Tengah dalam babak penyisihan bola basket yang digelar di GOR Kertajaya, kemarin. Dalam laga ini, Banten hanya kalah tipis 43-45. Kekalahan ini hanya faktor kurang beruntung saja. Sebab di empat quarter yang dipertandingkan Banten s ...

SERANG – Partai hidup mati akan dilakoni Perserang pada lanjutan laga terakhir penyisihan grup XI babak 8 besar Liga Nusantara saat meladeni PS Badung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (9/12) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Diketahui, Perserang berada di po ...
SURABAYA –  Kans cabang bulutangkis putra di perhelatan PON Remaja untuk meraih medali terbuka setelah pebulutangkis Banten Ivan Adiatama sukses meraih kemenangan di dua laga penyisihan yakni babak 32 besar dan 16 besar pada laga yang dihelat di GOR Soedirman, Surabaya, Senin (8/12).
Pada laga 32 besar, Ivan mengandaskan wakil Papua, Jaya Alvian dua set langsung dengan skor 21-13 dan 21-14. Usai lolos babak 16 besar, ia mampu tampil stabil dan kembali berjaya setelah mengalahkan Alif Cahya dari Kalimantan Utara dengan skor 17-21, 21-13, dan 21-14.

Pada bagian putri, atlet Banten Verent gagal mengikuti jejak rekan putranya. Setelah menang di babak 32 besar melawan Yola Tri dari Aceh, 21-8 dan 21-6. Varent harus mengakui keunggulan atlet tuan rumah Jawa Timur, Sri Fatmawati 18-21 dan 17-21.

Usai laga Pelatih Bulutangkis Banten Gesti Prayitno menuturkan, dalam laga penyisihan lawan yang dihadapi sama-sama memiliki kualitas yang bagus. “Kami telah berjuang maksimal. Khusus untuk Ivan, saya berharap penampilannya bisa maksimal dan stabil sehingga bisa lolos ke partai puncak. Terus terang Ivan kami andalkan untuk bisa mencuri medali dari kelas tunggal putra karena memiliki kemampuan yang bagus,” kata dia.

Kendati kelas tunggal putri gagal, namun ia masih menyimpan asa di kelas ganda campuran lantaran Varent dan Ivan kembali bermain. Untuk lawan, ia tidak mau memikirkan terlalu dalam. Bagi dia anak asuhnya wajib bermain bagus dan pantang menyerah menghadapi lawan. “Kans ada dan kami harus maksimal kesempatan ini. Kmi tidak ingin pulang dengan tagan hampa tanpa medali,” tegasnya. 

Masih di GOR Sudirman, Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo berharap cabor ini mampu menyumbangkan medali. “Kalau melihat permainan saya optimistis mampu meraih medali. Mudah-mudahan tidak ada kendala,” kata Rumiah. (wisnu)


SURABAYA – Harapan untuk meraih medali dari cabang voli pantai gagal terwujud. Dalam laga play off melawan Sulawesi Tengah, Banten terpaksa menyerah dengan skor 17-21 dan 15-21 di lapangan voli pasir yang berada di Sidoarjo, Jawa Timur. Sebelum menjalani laga play off, Banten bermain melawan Jawa ...