Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 247 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 270 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 701 | Komentar

Baca


DBS Serius Kembangkan Ekosistem Tekfin *Rangkul Startups Fintech Seluruh Asia,


JAKARTA – Dalam rangka mengembangkan ekosistem digital banking, Bank DBS kini siap meluncurkan Program DBS Accelerator yaitu sebuah program hasil kerjasama DBS Bank (Hong Kong) dan Nest, sebuah platform inovasi global yang mendukung para wirausaha. CEO DBS Bank (Hong Kong) Sebastian Paredes mengatakan, DBS Accelerator bertujuan untuk menerapkan teknologi FinTech lebih baik di dalam ekosistem bank dengan menciptakan peluang bagi para inovator dari seluruh Asia dan dunia untuk bertransformasi ke arah digital.

“Cara baru yang dinamis ini bertujuan untuk meningkatkan manajemen risiko, cybersecurity dan digital customer journey, serta kesempatan untuk menerapkan teknologi blockchain dan cryptocurrency, membantu bank-bank melakukan transformasi melalui inovasi FinTech.

Melalui keberhasilan program DBS Accelerator, kami sangat antusias dan berkomitmen untuk mendorong kemajuan masa depan FinTech,” kata Sebastian Paredes secara tertulis kepada Banten Raya, Kamis (27/7). Kini di tahun ketiga, program ini telah menjadi go-to hub utama di Hong Kong bagi para startups dengan visi dan potensi untuk membangun masa depan keuangan dengan solusi FinTech yang inovatif.

DBS Accelerator juga didukung oleh mitra industri terkemuka, termasuk Amazon Web Services, HKUST Business School, IBM, InvestHK, dan Thomson Reuters. Ovolo Hotels adalah mitra akomodasi program.
"Di Nest, kami percaya bahwa inovasi dan kolaborasi yang terbuka akan membuka peluang sekaligus memberdayakan perusahaan dan startups FinTech untuk tidak hanya mengatasi kebutuhan konsumen yang terus berubah namun dapat mengatasinya secara lebih cepat dengan dampak yang lebih berarti.

Kami sangat antusias dengan kolaborasi format program baru ini bersama DBS, untuk melanjutkan gerakan inovasi terbuka ini dan mencapai hasil bisnis yang positif, baik bagi DBS maupun startups FinTech di seluruh dunia," katanya. Rencananya penerimaan aplikasi dibuka sepanjang tahun.

Namun, pendaftaran apikasi untuk gelombang pertama akan ditutup pada akhir bulan Juli 2017. Beberapa pendaftar yang terpilih telah diundang DBS Bank pada 16 Juli kemarin, untuk menerima feedback terlebih dahulu dari DBS business units sebelum melakukan presentasi kepada senior manajemen dalam seleksi finalis selanjutnya.

Bagi para pelaku startup fintech yang belum berkesempatan menyerahkan aplikasi usaha startups fintech mereka dapat mengirimkan aplikasi pada gelombang selanjutnya melalui www.dbs-accelerator.com, dimana akan lebih banyak rincian program tersedia di alamat website tersebut.

Melalui format program "always-on" yang baru, DBS Accelerator akan menjadi host bagi para startups untuk terus membantu memperkuat perjalanan transformasi bank, yang akan terus diperbarui sepanjang tahun. Startups yang berpartisipasi akan mendapatkan kesempatan untuk.

Startups gelombang pertama akan diarahkan pada berbagai cara yang memiliki dampak dalam meningkatkan customer’s digital journey, pengelolaan risiko bank, serta cryptocurrency, blockchain dan cybersecurity. Program Accelerator "always-on" diselenggarakan di "The Vault", sebuah area kerja seluas 5.000 kaki persegi di jantung kota Wan Chai.

Startups yang berpartisipasi akan memiliki kesempatan mengeksplorasi peluang kolaboratif bersama Bank DBS, akses ke sumber daya serta dukungan mentor, dan dipandu untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bisnis mereka. (*/ismet)