Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 212 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 267 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 230 | Komentar

Baca


Semester I, Laba SCG Rp42.037 Miliar


JAKARTA – Produsen semen asal Thailand, Siam Cement Group (SCG) pada semester pertama 2017, mencatat perolehan laba Rp11,707 miliar (US$ 883 juta), meningkat sebesar 4 persen (YoY).
“Peningkatan ini disebabkan oleh kinerja yang meningkat pada kuartal pertama 2017. sementara pendapatan dari penjualan meningkat 3 persen (YoY),” kata President dan CEO SCG Roongrote Rangsiyopash secara tertulis kepada Banten Raya, Kamis (27/7). Roongrote Rangsiyopash, mengungkapkan hasil kinerja perusahan yang belum ditinjau (unreviewed) untuk kuartal kedua 2017, dengan pendapatan penjualan yang tercatat sebesar Rp42.037 Miliar (US$ 3.173 Juta), yaitu tetap sama seperti periode yang sama di tahun lalu (y-o-y).

“Hal ini menyebabkan, laba pada periode ini mencapai Rp5,119 miliar (US$ 386 Juta), turun 17 persen (YoY) dan 24% (QoQ), terutama disebabkan oleh kerugian pada persediaan, biaya bahan baku yang lebih tinggi, persaingan ketat dan melemahnya pasar Thailand terhadap bisnis semen dan bahan bangunan (Cement-Building Mateials),” katanya.

Pendapatan ekspor pada semester pertama 2017 turut menyumbang 27 persen pendapatan terkonsolidasi SCG dari penjualan, menunjukan peningkatan 2 persen (YoY) hingga Rp23.189 miliar (US$ 1.748 Juta), terutama dari ekspor ke pasar China dan Asia Selatan.

Untuk di ASEAN (kecuali Thailand), pendapatan penjualan SCG pada kuartal kedua 2017 tercatat sebesar Rp 10.075 Miliar (US$ 760 juta), yang merupakan pertumbuhan sebesar 3 persen (YoY) serta mencapai 24 persen dari total pendapatan penjualan dari SCG. “Ini merupakan total penjualan dari operasi lokal di setiap pasar ASEAN serta impor dari operasi Thailand,” katanya.

Sedangkan, pendapatan penjualan SCG pada semester pertama 2017 tercatat Rp19.869 miliar (US$ 1.498 juta), mengalami pertumbuhan 5 persen (YoY) serta mencapai 24 persen dari total pendapatan penjualan SCG.

Hingga 30 Juni 2017, SCG memiliki total aset sebesar Rp215.249 miliar (US$ 16.254 juta), dimana 25 persen atau Rp53.691 miliar (US$ 4.054 Juta) berada di wilayah ASEAN (kecuali Thailand).
Sementara itu,  untuk pasar Indonesia, pendapatan penjualan SCG pada kuartal kedua 2017 sebesar Rp 2,435 miliar (US$ 184 juta), yang mencakup penjualan di Indonesia dan impor dari operasi Thailand. 

Ini merupakan penurunan 8 persen (YoY) terutama dari bisnis bahan bangunan semen. “Untuk semester pertama H1/17, pasar SCG di Indonesia mencatatkan pendapatan penjualan sebesar Rp5.155 miliar (US$ 389 Juta), yang merupakan angka yang serupa dengan semester pertama2016,” tandasnya. (*/ismet)