Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 223 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 287 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 243 | Komentar

Baca


Ekonomi Banten Tumbuh 5,52 Persen



SERANG -  Perekonomian Provinsi Banten pada triwulan II 2017 tumbuh 5,52 persen (yoy) ditopang oleh sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh 8,75 persen.

Perekonomian Banten yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp138,61 triliun. Sedangkan, PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp101,53 triliun. Kepala BPS Provinsi Banten Agoes Soebeno mengatakan, pada triwulan II 2017 ekonomi Banten tumbuh lebih cepat dibanding periode yang sama pada tahun 2016 yaitu sebesar 5,52 persen (yoy).

“Dari sisi produksi, Pertumbuhan tertinggi pada triwulan ini dicapai oleh informasi dan komunikasi sebesar 8,75 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran disebabkan oleh komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 9,65 persen,” kata kata Kepala BPS Provinsi Banten Agoes Soebeno kepada Banten Raya melalui pesan elektronik, Senin (7/8).

Agoes mengatakan, pertumbuhan ekonomi didukung oleh hampir semua lapangan usaha yang positif, kecuali pengadaan listrik, gas serta pertambangan dan penggalian. “Meningkatknya layanan data data dan internet selama liburan menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan informasi dan komunikasi pada triwulan II 2017,” terangnya.

Secara kumulatif, ekonomi Banten pada triwulan II tahun 2017 mampu tumbuh sebesar 5,73 persen dengan tingkat pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan 11,54 persen, informasi dan komunikasi 8,06 persen, dan  penyediaan akomodasi dan makan minum menyumbang sebesar 7,93 persen.

“Namun, pada sisi pengeluaran dicapai oleh komponen pembentukan modal tetap bruto sebesar 9,98 persen dan komponen konsumsi rumah tangga sebesar 5,38 persen,” katanya. Agus melanjutkan, dari triwulan sebelumnya, Ekonomi Banten juga tumbuh lebih cepat sebesar 2,26 persen (q-to-q).

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Konstruksi yang tumbuh 4,98 persen dengan andil pertumbuhan sebesar 0,45 persen,” katanya.  Dari sisi pengeluaran disebabkan oleh Komponen Konsumsi Pemerintah sebesar 18,37 persen dengan andil pertumbuhan sebesar 0,59 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi Banten selama triwulan II-2017.

“Ekonomi Banten pada triwulan II 2017 tumbuh lebih cepat dibanding periode yang sama pada tahun 2016 yaitu sebesar 5,52 persen (y-on-y),” katanya. Adapun struktur ekonomi Jawa secara spasial pada triwulan II-2017 didominasi oleh Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto, yakni masing-masing sebesar 29,59 persen, 24,88 persen dan 22,38 persen.

“Sementara pertumbuhan tertinggi dicapai oleh DKI Jakarta sebesar 5,96 persen,” pungkasnya. (ismet)