Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 109 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 156 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 613 | Komentar

Baca


Penyaluran Kredit di Banten Tembus Rp273,9 Triliun


SERANG -  Total penyaluran kredit oleh lembaga perbankan di Provinisi Banten pada triwulan II 2017 tembus Rp273,9 triliun atau tumbuh 9,54 persen year on year (yoy).

“Penyeluran kredit  di Provinsi Banten mencapai Rp273,9 triliuan  atau tumbuh 9,54 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan lalu yang tumbuh 9,38 persen,”  kata Kepala Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan Bank Indonesia Perwakilan Banten Duddy Adiyatna, didampingi Asesmen Ekonomi dan Keuangan BI Provinsi Banten Jenidar Oseva dan Kepala Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan BI Provinsi Banten  Yusi Gusman Sari pada kajian ekonomi dan keuangan regional Provinsi Banten Triwulan II 2017 di Rumah Makan Sari Kuring Indah (SKI) Serang, Selasa (5/8).

Duddy menjelaskan, pertumbuhan kredit tersebut terutama didorong oleh meningkatnya kredit modal kerja  yang tumbuh 12,47 persen, lebih tinggi dari triwulan I 2017 yang tumbuh 9,20 persen (yoy), serta kredit konsumsi yang tumbuh 15,52 persen (yoy), meningkat dari sebelumnya tumbuh 14,18 persen (yoy).

Peningkatan pada kredit konsumsi juga sejalan dengan komponen konsumsi rumah tangga pada PDRB Provinsi Banten yang mengalami peningkatan sebelumnya. “Dari sisi risiko, pertumbuhan kredit pada triwulan II 2017 diikuti oleh membaiknya risiko kredit  yang tercermin dari penurunan Non Performing Loan (NPL) dari 2,30 persen menjadi 2,11 persen,” ungkap Duddy.

Masih kata Duddy, dari tingkat NPL tersebut masih berada pada level  yang terkendali karena berada dibawah lima persen. “Kemudian kinerja keuangan korporasi di Banten pun juga menunjukan perbaikan terlihat dari laporan keuanganya dan membaiknya eksposur perbankan terhadap korporasi di Banten,” katanya.

Duddy melanjutkan, berdasarkan golongan debitur, penyaluran kredit triwulan II kemarin, mayoritas ditujukan untuk sektor korporasi dengan pangsa pasar 58,9 persen dan sebesar 41 persen disalurkan kepada debitur rumah tangga.

Namun, berdasarkan jenis penggunaan, kredit di Provinsi Banten didominasi untuk kredit modal kerja dengan nilai Rp121, 9 triliun atau dengan pangsa pasar 44,5 persen diikuti kredit investasi dengan pangsa pasar masing-masing sebesar 31,74 persen dan 23,76 persen.

Sementara itu, jumlah aset perbankan di Banten  pada triwulan II tercatat senilai RP191,11 triliun, tumbuh 14,46 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang tumbuh sebesar 12,19 persen (yoy).

Sedangkan jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun oleh perbankan pada triwulan II mencapai 162,25 triliun tumbuh 16,47 persen yoy, sedikit meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 16,27 persen (yoy). (ismet)