Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Oktober 2017, Pembayaran Klaim JR Tembus Rp46,2 Miliar


SERANG – Hingga 31 Oktober 2017, jumlah pembayaran klaim santunan dana kecelakaan lalulintas oleh PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Banten sebanyak Rp46,2 miliar. Jumlah pembayaran uang santunan ini naik sekitar Rp12,3 miliar dari yang dibayarkan pada Oktober 2016 lalu sebesar Rp33,9 miliar.

Kepala Bagian Operasional PT Jasa Raharja Cabang Banten Didi Setiadi menyatakan peningkatan pembayaran uang santunan itu seiring dengan peningkatan pembayaran uang santunan 100 persen per 1 Juni 2017 berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No 15/PMK/010/2017 dan Peraturan Menteri No 16/PMK/010/2017 tentang Besar Santunan dan Sumbangan Wajib Dana Laka Lantas.“Dari Januari-Oktober 2017 jumlah santunan yang telah dibayarkan kepada ahli waris korban laka lantas Rp46,2 miliar,” ujar Didi Setiadi kepada Banten Raya, Selasa (31/10).

Didi mengatakan, dari total pembayaran klaim santunan Rp46,2 miliar itu, sekitar 70 persennya dibayarkan kepada ahli waris korban kecelakaan lalulintas darat (sepeda motor).“Melihat data tersebut, makanya kita selalu menghimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara, dan taati peraturan rambu-rambu lalulintas.

Karena kecelakaan itu diawali dengan adanya pelanggaran lalulintas,” pinta Didi.Dari segi usia, kebanyakan yang menjadi korban kecelakaan lulintas roda dUa didominasi usia produktif.“Hampri 70 persennya merupakan usia produktif usia dari 16-21 tahun,” katanya.

Didi melanjutkan, sebagai bentuk kepedulian dan wujud nyata dalam mengantisipasi banyak terjadinya korban kecelakaan lalulintas pada usia produktif, perseroannya terus akan melakukan sosialiasi dan pencegahan dengan meningkatkan layanan kepada masyarakat.“Kemudian, proses pembayaran klaim sangat mudah dan cepat. karena pembayaran dilakukan secara transer dan langsung kami datangi kerumah korban/ahli waris,” katanya.

Didi menambahkan, berdasarkan standar operasi prosuder layanan pembayaran klaim santunan bagi korban lalulintas paling lama enam hari kerja. Namun, perseroannya mengaku mampu menyelesaikan hanya paling lama dua hari kerja.“Rata-rata dua hari kerja sudah terbayarkan kepada ahli waris korban,” tutup Didi. (ismet)